Kinerja Positif, GDPS Konsisten Hadirkan Layanan Unggul Sepanjang 2025

Jum'at, 12 Desember 2025 - 13:37 WIB
loading...
Kinerja Positif, GDPS...
Kinerja PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) tahun ini menunjukkan konsistensi positif dengan kenaikan pertumbuhan bisnis 24,53% dibandingkan 2024. Foto/Dok. SindoNews
A A A
TANGERANG - Kinerja PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) tahun ini menunjukkan konsistensi positif dengan kenaikan pertumbuhan bisnis 24,53% dibandingkan 2024. Hingga Desember 2025, GDPS yang merupakan sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group , mencatat struktur portofolio bisnis yang semakin solid.

Layanan berbasis aviasi memberikan kontribusi sebesar 73,98% terhadap total layanan. Seiring strategi diversifikasi bisnis, kontribusi layanan non-aviasi dan third party terus menunjukkan peningkatan dan menyumbang sekitar 26,02% yang berasal dari sektor oil & gas, logistik, otomotif, FMCG, serta industri pendukung lainnya dengan total 39 (tiga puluh sembilan) klien aktif. Baca juga: Operasional Membaik, Garuda Indonesia Optimistis Raup Untung di 2026

GDPS juga menegaskan posisinya sebagai pionir penyedia Business Processing Outsourcing (BPO) dengan mengelola sekitar 6.520 tenaga kerja, naik 99,21% sepanjang tahun berdiri. Dengan lebih dari 40 (empat puluh) job title, yang tersebar di lebih dari 93 kota di seluruh wilayah Indonesia, serta 3 (tiga) negara seperti Singapur, Uni Emirat Arab, dan Papua Nugini. GDPS mendapatkan nilai kepuasan pelanggan sebesar 4.02 pada semester 1 2025.

Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane menegaskan penguatan kualitas SDM juga menjadi prioritas utama GDPS. “Melalui program pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan yang terus kami perkuat, kami memastikan tenaga kerja GDPS siap mendukung kebutuhan operasional klien secara profesional dan berkelanjutan,” katanya dalam siaran pers, Jumat (12/12/2025).

Selain itu, GDPS menempatkan Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai pilar utama dalam pelayanan bisnis dengan mencatat penerapan standar keselamatan kerja di setiap lokasi kerja dengan tingkat kepatuhan regulasi mencapai 100%. Memasuki tahun 2026, GDPS menargetkan penguatan ekspansi bisnis ke pasar internasional sebagai bagian dari komitmen mendukung daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

Perusahaan juga fokus pada pengembangan portofolio layanan berbasis tenaga kerja berkeahlian tinggi (high-skill workforce). Kemudian project Borongan (Output-Based), khususnya pada sektor aviasi.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Kinerja Keuangan BRI...
Kinerja Keuangan BRI Kokoh hingga Triwulan I 2026, Likuiditas dan Permodalan Terjaga
KPK: Bupati Pekalongan...
KPK: Bupati Pekalongan Ancam Berhentikan Pegawai Outsourcing Jika Tak Mendukung
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Rekomendasi
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Berita Terkini
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved