HUT ke-37, AEI Dorong Transformasi dan Keterhubungan Pasar Modal
Jum'at, 12 Desember 2025 - 21:58 WIB
loading...
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37. Mengangkat tema "Transforming Together For a Stronger Tomorrow", perayaan yang digelar di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (12/12/2025) ini menekankan pentingnya transformasi dan keterhubungan bagi pasar modal.
Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa perubahan adalah keniscayaan yang terjadi di setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dunia usaha dan pasar modal. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pertumbuhan hanya dapat dicapai melalui kemampuan bertransformasi.
"Semua yang terjadi di alam semesta ini proses. Semuanya selalu berubah tidak ada yang statis, seluruh sel di tubuh kita, semuanya sedang berganti, sedang suksesi. Semua orang di setiap perusahaan sedang proses suksesi. Semuanya berubah. Jadi kita harus transform, Indonesia harus transform, pasal modal transform," katanya.
Baca Juga: Bos OJK Lapor ke Purbaya Soal Dampak Penempatan Dana Rp200 Triliun, Ini Hasilnya
Selain transformasi, Armand menyoroti fakta bahwa seluruh elemen dalam ekosistem pasar modal saling terhubung, baik secara internal maupun global. Menurutnya, pemahaman terhadap keterhubungan ini menjadi kunci untuk menciptakan masa depan pasar modal yang lebih kuat.
"Setiap sel tubuh kita semuanya terkoneksi. Setiap individu di ruangan ini dan setiap perusahaan dan pasar modal semuanya terkoneksi. Pasar modal Indonesia terkoneksi dengan pasar modal dunia. Semuanya serba terkoneksi. Dengan paham kita semuanya berubah dan bersama-sama kita ciptakan masa depan bersama yang lebih baik," lanjutnya.
Baca Juga: Respons Usulan Dana Pensiun Atlet dan Pelatih, OJK: Sangat Mungkin
Di sisi lain, Armand menambahkan bahwa AEI akan terus memperkuat program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas emiten, terutama dalam aspek tata kelola, transparansi, dan lingkungan, yang dikemas dalam prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Program AEI akan terus melanjutkan sebagai sama-sama di emiten, fokusnya adalah di tata kelola, transparansi perusahaan, dan lingkungan atau yang disebut dengan ESG. Itu akan terus yang kita topang untuk memastikan kualitas dari para emiten terus meningkat, membuat pasar modal Indonesia menjadi kelas dunia, melewati segala tantangan, segala situasi yang terus berubah," pungkasnya.
Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa perubahan adalah keniscayaan yang terjadi di setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dunia usaha dan pasar modal. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pertumbuhan hanya dapat dicapai melalui kemampuan bertransformasi.
"Semua yang terjadi di alam semesta ini proses. Semuanya selalu berubah tidak ada yang statis, seluruh sel di tubuh kita, semuanya sedang berganti, sedang suksesi. Semua orang di setiap perusahaan sedang proses suksesi. Semuanya berubah. Jadi kita harus transform, Indonesia harus transform, pasal modal transform," katanya.
Baca Juga: Bos OJK Lapor ke Purbaya Soal Dampak Penempatan Dana Rp200 Triliun, Ini Hasilnya
Selain transformasi, Armand menyoroti fakta bahwa seluruh elemen dalam ekosistem pasar modal saling terhubung, baik secara internal maupun global. Menurutnya, pemahaman terhadap keterhubungan ini menjadi kunci untuk menciptakan masa depan pasar modal yang lebih kuat.
"Setiap sel tubuh kita semuanya terkoneksi. Setiap individu di ruangan ini dan setiap perusahaan dan pasar modal semuanya terkoneksi. Pasar modal Indonesia terkoneksi dengan pasar modal dunia. Semuanya serba terkoneksi. Dengan paham kita semuanya berubah dan bersama-sama kita ciptakan masa depan bersama yang lebih baik," lanjutnya.
Baca Juga: Respons Usulan Dana Pensiun Atlet dan Pelatih, OJK: Sangat Mungkin
Di sisi lain, Armand menambahkan bahwa AEI akan terus memperkuat program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas emiten, terutama dalam aspek tata kelola, transparansi, dan lingkungan, yang dikemas dalam prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Program AEI akan terus melanjutkan sebagai sama-sama di emiten, fokusnya adalah di tata kelola, transparansi perusahaan, dan lingkungan atau yang disebut dengan ESG. Itu akan terus yang kita topang untuk memastikan kualitas dari para emiten terus meningkat, membuat pasar modal Indonesia menjadi kelas dunia, melewati segala tantangan, segala situasi yang terus berubah," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :