Kamar Dagang Hainan Indonesia Resmi Dibentuk, Perkuat Ekonomi RI-China
Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia ke China pada periode JanuariāJuni 2025 meningkat 8,9 persen menjadi 30,5 miliar dollar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nikel dan turunannya, besi dan baja, serta sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan.
Ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel meningkat 21,2 persen. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan pembangunan infrastruktur di China.
Selain sektor industri, ekspor produk pertanian dan perkebunan Indonesia ke China juga mencatat lonjakan signifikan. Ekspor karet naik 182 persen, kopi meningkat hingga 90 persen, kakao 88 persen, serta buah-buahan tumbuh sekitar 10 persen.
Peningkatan permintaan produk pertanian Indonesia seiring dengan berkembangnya kelas menengah di China. Di sisi lain, impor Indonesia dari China juga mengalami kenaikan. Total impor tumbuh 21 persen menjadi 40,2 miliar dollar AS, didominasi oleh kendaraan, peralatan elektronik, serta mesin dan peralatan mekanis. Secara khusus, impor kendaraan dan komponennya melonjak hingga 85 persen.
Ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel meningkat 21,2 persen. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan pembangunan infrastruktur di China.
Selain sektor industri, ekspor produk pertanian dan perkebunan Indonesia ke China juga mencatat lonjakan signifikan. Ekspor karet naik 182 persen, kopi meningkat hingga 90 persen, kakao 88 persen, serta buah-buahan tumbuh sekitar 10 persen.
Peningkatan permintaan produk pertanian Indonesia seiring dengan berkembangnya kelas menengah di China. Di sisi lain, impor Indonesia dari China juga mengalami kenaikan. Total impor tumbuh 21 persen menjadi 40,2 miliar dollar AS, didominasi oleh kendaraan, peralatan elektronik, serta mesin dan peralatan mekanis. Secara khusus, impor kendaraan dan komponennya melonjak hingga 85 persen.
Lihat Juga :