India-Uni Eropa Capai Kesepakatan Dagang, Tarif Mobil Dipangkas dari 110% Jadi 40%

Senin, 26 Januari 2026 - 14:00 WIB
loading...
India-Uni Eropa Capai...
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kiri) bersama Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan negosiasi perjanjian perdagangan bebas. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - India bersiap memangkas tarif impor mobil asal Uni Eropa dari level setinggi 110% menjadi 40% dalam kesepakatan dagang besar yang tengah dirampungkan kedua pihak. Kebijakan ini menjadi bagian dari perjanjian perdagangan bebas India–Uni Eropa yang diperkirakan diumumkan pada KTT India–UE ke-16 di New Delhi.

Pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi menyetujui penurunan tarif secara langsung untuk jumlah terbatas mobil asal Uni Eropa dengan harga impor di atas 15.000 euro. Kesepakatan ini disebut sebagai "induk dari semua perjanjian" oleh sumber yang mengetahui perundingan dan berbicara kepada Reuters.

Baca Juga: Navigasi BRICS di Bawah India: Bangun Benteng Ekonomi Melawan Proteksionisme AS

Dalam tahap lanjutan, tarif impor tersebut direncanakan turun secara bertahap hingga 10 persen. Skema ini membuka akses yang jauh lebih luas ke pasar otomotif India bagi produsen Eropa seperti Volkswagen, Mercedes-Benz, dan BMW, yang selama ini menghadapi hambatan tarif tinggi.

Pemangkasan tarif ini menandai langkah paling agresif India untuk membuka sektor otomotifnya, yang dikenal sebagai salah satu yang paling protektif di dunia. Dikutip dari Market Screener, Pemerintah India mengusulkan kuota sekitar 200.000 unit mobil bermesin pembakaran internal per tahun untuk menikmati tarif awal 40 persen.

Saat ini, merek mobil Eropa hanya menguasai kurang dari 4 persen pasar otomotif India yang mencapai sekitar 4,4 juta unit per tahun. Pasar tersebut masih didominasi oleh Suzuki Motor dari Jepang serta produsen lokal Mahindra dan Tata Motors yang secara kolektif menguasai sekitar dua pertiga pangsa pasar.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Hindari Tarif Trump,...
Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved