Kamar Dagang Hainan Indonesia Resmi Dibentuk, Perkuat Ekonomi RI-China
Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:39 WIB
loading...
Peresmian dan pelantikan dewan pengurus periode pertama KDHI berlangsung pada Jumat (12/12/2025) di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang Hainan Indonesia (KDHI) secara resmi dibentuk dengan tujuan memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, teknologi, dan budaya antara Indonesia dan China, khususnya Provinsi Hainan. Peresmian dan pelantikan dewan pengurus periode pertama KDHI telah berlangsung pada Jumat (12/12/2025) di Jakarta.
Wakil Ketua Harian Kamar Dagang Hainan Indonesia, Ayudha, menyampaikan, pembentukan kamar dagang ini merupakan langkah strategis dalam menguatkan industri perdagangan nasional seiring dengan semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Menurut Ayudha, nilai perdagangan yang terus meningkat menunjukkan potensi besar dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
"Nilai perdagangan kedua negara terus meningkat dan menunjukkan potensi kerja sama yang sangat besar. Kehadiran Kamar Dagang Hainan Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan yang efektif bagi pelaku usaha kedua negara," ujar Ayudha dalam keterangannya dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Berdasarkan data perdagangan terbaru, nilai perdagangan Indonesia dan China mencapai USD70,8 miliar pada paruh pertama (H1) 2025, tumbuh 15,5 persen secara tahunan. Angka tersebut menegaskan posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, baik untuk ekspor maupun impor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia ke China pada periode Januari–Juni 2025 meningkat 8,9 persen menjadi 30,5 miliar dollar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nikel dan turunannya, besi dan baja, serta sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan.
Ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel meningkat 21,2 persen. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan pembangunan infrastruktur di China.
Selain sektor industri, ekspor produk pertanian dan perkebunan Indonesia ke China juga mencatat lonjakan signifikan. Ekspor karet naik 182 persen, kopi meningkat hingga 90 persen, kakao 88 persen, serta buah-buahan tumbuh sekitar 10 persen.
Peningkatan permintaan produk pertanian Indonesia seiring dengan berkembangnya kelas menengah di China. Di sisi lain, impor Indonesia dari China juga mengalami kenaikan. Total impor tumbuh 21 persen menjadi 40,2 miliar dollar AS, didominasi oleh kendaraan, peralatan elektronik, serta mesin dan peralatan mekanis. Secara khusus, impor kendaraan dan komponennya melonjak hingga 85 persen.
Ayudha menambahkan, Provinsi Hainan memiliki keunggulan strategis sebagai lokasi Free Trade Port terbesar di China. Kawasan tersebut berfokus pada pengembangan perdagangan, keuangan, dan pariwisata, serta didukung oleh komitmen kuat terhadap restorasi ekologi.
“Keunggulan Hainan sebagai Free Trade Port dan destinasi pariwisata berkelanjutan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan jasa,” ujar Ayudha.
Baca Juga: Lanjutkan Negosiasi Dagang, Menko Airlangga Kirim Tim ke AS Pekan Depan
Menurut Ayudha, sejak tahap persiapan pendirian, Kamar Dagang Hainan Indonesia berpegang pada prinsip mempererat ikatan persahabatan dan memajukan pembangunan bersama kedua negara. Upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan komunikasi dan kolaborasi antara pengusaha diaspora Hainan di Indonesia dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan resmi berdirinya Kamar Dagang Hainan Indonesia, para pengurus berharap kerja sama ekonomi Indonesia–China dapat semakin terstruktur dan memberikan manfaat yang berimbang bagi kedua negara,” tutup Ayudha.
Wakil Ketua Harian Kamar Dagang Hainan Indonesia, Ayudha, menyampaikan, pembentukan kamar dagang ini merupakan langkah strategis dalam menguatkan industri perdagangan nasional seiring dengan semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Menurut Ayudha, nilai perdagangan yang terus meningkat menunjukkan potensi besar dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
"Nilai perdagangan kedua negara terus meningkat dan menunjukkan potensi kerja sama yang sangat besar. Kehadiran Kamar Dagang Hainan Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan yang efektif bagi pelaku usaha kedua negara," ujar Ayudha dalam keterangannya dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Berdasarkan data perdagangan terbaru, nilai perdagangan Indonesia dan China mencapai USD70,8 miliar pada paruh pertama (H1) 2025, tumbuh 15,5 persen secara tahunan. Angka tersebut menegaskan posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, baik untuk ekspor maupun impor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia ke China pada periode Januari–Juni 2025 meningkat 8,9 persen menjadi 30,5 miliar dollar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor nikel dan turunannya, besi dan baja, serta sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan.
Ekspor besi dan baja tercatat naik 15,7 persen, sementara nikel meningkat 21,2 persen. Peningkatan ini sejalan dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan pembangunan infrastruktur di China.
Selain sektor industri, ekspor produk pertanian dan perkebunan Indonesia ke China juga mencatat lonjakan signifikan. Ekspor karet naik 182 persen, kopi meningkat hingga 90 persen, kakao 88 persen, serta buah-buahan tumbuh sekitar 10 persen.
Peningkatan permintaan produk pertanian Indonesia seiring dengan berkembangnya kelas menengah di China. Di sisi lain, impor Indonesia dari China juga mengalami kenaikan. Total impor tumbuh 21 persen menjadi 40,2 miliar dollar AS, didominasi oleh kendaraan, peralatan elektronik, serta mesin dan peralatan mekanis. Secara khusus, impor kendaraan dan komponennya melonjak hingga 85 persen.
Ayudha menambahkan, Provinsi Hainan memiliki keunggulan strategis sebagai lokasi Free Trade Port terbesar di China. Kawasan tersebut berfokus pada pengembangan perdagangan, keuangan, dan pariwisata, serta didukung oleh komitmen kuat terhadap restorasi ekologi.
“Keunggulan Hainan sebagai Free Trade Port dan destinasi pariwisata berkelanjutan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan jasa,” ujar Ayudha.
Baca Juga: Lanjutkan Negosiasi Dagang, Menko Airlangga Kirim Tim ke AS Pekan Depan
Menurut Ayudha, sejak tahap persiapan pendirian, Kamar Dagang Hainan Indonesia berpegang pada prinsip mempererat ikatan persahabatan dan memajukan pembangunan bersama kedua negara. Upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan komunikasi dan kolaborasi antara pengusaha diaspora Hainan di Indonesia dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan resmi berdirinya Kamar Dagang Hainan Indonesia, para pengurus berharap kerja sama ekonomi Indonesia–China dapat semakin terstruktur dan memberikan manfaat yang berimbang bagi kedua negara,” tutup Ayudha.
(nng)
Lihat Juga :