Minta Tambahan 20 Juta Vaksin Corona, Luhut Lobi Menteri Arab

Selasa, 15 September 2020 - 20:19 WIB
loading...
Minta Tambahan 20 Juta...
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Dok Kemenko Marves
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus melakukan komunikasi untuk pengadaan vaksin corona (Covid-19) . Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei pada hari ini.

"Saya mau bicara dengan Menteri Suhail untuk minta tambahan 20 juta (dosis) lagi untuk masuk sini," kata Luhut dalam diskusi virtual, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Denger Nih Doel, Opung Luhut Bilang TKA Masuk karena Kita Kurang Tukang Insinyur )

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan guna menambah jumlah vaksin hingga 50 juta dosis. Hal ini untuk mengatasi masalah meningkatnya angka kasus Covid-19 di Indonesia.

"Pada Maret, April, Mei 2020 kita alami posisi kurang baik karena belum familiar dengan itu, tapi seiring berjalannya waktu semakin paham bagaimana cara bereaksi dengan ini," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonimian Airlangga Hartato mengatakan tengah melakukan pendekatan dengan GAVI yang mendukung Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Penasihat UEA Blak-blakan...
Penasihat UEA Blak-blakan Hengkang dari OPEC: Masa Kejayaan Minyak Mulai Berakhir
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Misi Tanker Hantu, Cara...
Misi Tanker Hantu, Cara Nekat Uni Emirat Arab Selundupkan Minyak lewat Selat Hormuz
OPEC Belum Tamat usai...
OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Iran Bisa Kembali Serang...
Iran Bisa Kembali Serang UEA untuk Balas Serangan Israel terhadap Lebanon
Rekomendasi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Indonesia Bakal Kedatangan...
Indonesia Bakal Kedatangan 63,4 Juta Dosis Vaksin Hibah pada 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved