InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Sambut Nataru 2025/2026
Minggu, 14 Desember 2025 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Siap-siap, 2026 Singapura akan Terapkan Pajak Baru untuk Penumpang Pesawat
Selain itu, peningkatan kapasitas sisi darat juga terus dilakukan di beberapa bandara utama. Salah satu yang paling menonjol adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan perluasan fasilitas sisi darat yang meningkatkan kapasitas layanan dari sekitar 24 juta menjadi 32 juta penumpang per tahun. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama pada musim liburan.
Arie juga menyoroti pentingnya pengelolaan operasional bandara dalam menghadapi potensi gangguan cuaca dan risiko keterlambatan penerbangan. InJourney Airports berkomitmen untuk mengoperasikan bandara secara fleksibel hingga 24 jam selama periode Nataru, khususnya pada 22 Desember hingga 10 Januari, menyesuaikan dengan kebutuhan maskapai dan pergerakan penumpang.
"Bandara pada prinsipnya siap beroperasi 24 jam. Ini penting agar jika terjadi delay, pesawat tetap bisa mendarat dan tidak menumpuk di udara maupun di bandara lain akibat bandara tujuan tutup," jelasnya.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), InJourney Airports menyiapkan hampir 16 ribu personel internal yang didukung ribuan personel eksternal di seluruh Indonesia. Penambahan personel layanan pelanggan juga dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya interaksi dengan penumpang, khususnya saat terjadi keterlambatan atau kondisi operasional tidak normal.
Arie menegaskan bahwa dalam situasi delay, hal paling krusial bagi penumpang adalah kepastian informasi. Oleh karena itu, pengelola bandara bersama maskapai berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan agar dapat menurunkan tingkat ketegangan dan mencegah eskalasi keluhan.
"Kepastian informasi itu jauh lebih penting bagi penumpang. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap pelayanan tetap terjaga dan pengalaman penumpang selama libur Nataru tetap nyaman," pungkasnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas sisi darat juga terus dilakukan di beberapa bandara utama. Salah satu yang paling menonjol adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan perluasan fasilitas sisi darat yang meningkatkan kapasitas layanan dari sekitar 24 juta menjadi 32 juta penumpang per tahun. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama pada musim liburan.
Arie juga menyoroti pentingnya pengelolaan operasional bandara dalam menghadapi potensi gangguan cuaca dan risiko keterlambatan penerbangan. InJourney Airports berkomitmen untuk mengoperasikan bandara secara fleksibel hingga 24 jam selama periode Nataru, khususnya pada 22 Desember hingga 10 Januari, menyesuaikan dengan kebutuhan maskapai dan pergerakan penumpang.
"Bandara pada prinsipnya siap beroperasi 24 jam. Ini penting agar jika terjadi delay, pesawat tetap bisa mendarat dan tidak menumpuk di udara maupun di bandara lain akibat bandara tujuan tutup," jelasnya.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), InJourney Airports menyiapkan hampir 16 ribu personel internal yang didukung ribuan personel eksternal di seluruh Indonesia. Penambahan personel layanan pelanggan juga dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya interaksi dengan penumpang, khususnya saat terjadi keterlambatan atau kondisi operasional tidak normal.
Arie menegaskan bahwa dalam situasi delay, hal paling krusial bagi penumpang adalah kepastian informasi. Oleh karena itu, pengelola bandara bersama maskapai berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan agar dapat menurunkan tingkat ketegangan dan mencegah eskalasi keluhan.
"Kepastian informasi itu jauh lebih penting bagi penumpang. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap pelayanan tetap terjaga dan pengalaman penumpang selama libur Nataru tetap nyaman," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :