Solar Depot–Huawei Dorong Transisi Energi Bersih di Sektor Tambang dan Perkebunan
Selasa, 16 Desember 2025 - 19:53 WIB
loading...
Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan solusi energi terbarukan berbasis microgrid. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan solusi energi terbarukan berbasis microgrid, guna memenuhi kebutuhan listrik di sektor pertambangan dan perkebunan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah konkret mempercepat transisi energi bersih sekaligus memperkuat ekosistem energi baru terbarukan nasional.
President Director Triputra Visi Energi Juan Davis mengatakan, kerja sama tersebut lahir dari meningkatnya kebutuhan industri terhadap pasokan energi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Di sektor tambang dan perkebunan, strategi pemenuhan energi kini bergerak menuju kombinasi sumber daya yang mampu memberi efisiensi jangka panjang tanpa mengorbankan keandalan operasional.
“Kerja sama ini berangkat dari kebutuhan pasar akan solusi energi yang lebih mandiri dan ekonomis. Melalui teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar Juan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Ekspansi Agresif Huawei Cloud 2026: Menguasai Saraf Ekonomi RI Lewat PLN hingga BCA
Kemitraan ini mencakup pengembangan dan penyediaan solusi microgrid terintegrasi, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system/BESS), manajemen energi berbasis digital, hingga dukungan teknologi dan implementasi secara end-to-end. Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun memiliki keterbatasan akses jaringan listrik.
Juan menambahkan, Huawei dipilih sebagai mitra teknologi karena memiliki kesamaan visi dalam pengembangan energi berkelanjutan serta rekam jejak inovasi dan jaminan produk serta layanan berskala global. Kolaborasi ini dinilai memungkinkan penerapan teknologi kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia.
CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song menyatakan Solar Depot merupakan mitra strategis yang memahami karakter sektor intensif energi dan didukung ekosistem bisnis yang kuat. Dalam kerja sama ini, Huawei akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol serta pemantauan real time untuk menjaga stabilitas dan efisiensi operasi.
Baca Juga: Huawei Siap Produksi Baterai Mobil Listrik Supercepat dengan Jangkauan 3.000 Km
Ia menegaskan, kemitraan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital yang cerdas dan berkelanjutan. “Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Kedua perusahaan optimistis prospek industri PLTS akan terus meningkat seiring penguatan komitmen keberlanjutan dan tuntutan efisiensi biaya operasional. Dalam beberapa tahun ke depan, PLTS yang didukung penyimpanan energi dan manajemen cerdas diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan energi industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
President Director Triputra Visi Energi Juan Davis mengatakan, kerja sama tersebut lahir dari meningkatnya kebutuhan industri terhadap pasokan energi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Di sektor tambang dan perkebunan, strategi pemenuhan energi kini bergerak menuju kombinasi sumber daya yang mampu memberi efisiensi jangka panjang tanpa mengorbankan keandalan operasional.
“Kerja sama ini berangkat dari kebutuhan pasar akan solusi energi yang lebih mandiri dan ekonomis. Melalui teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar Juan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Ekspansi Agresif Huawei Cloud 2026: Menguasai Saraf Ekonomi RI Lewat PLN hingga BCA
Kemitraan ini mencakup pengembangan dan penyediaan solusi microgrid terintegrasi, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system/BESS), manajemen energi berbasis digital, hingga dukungan teknologi dan implementasi secara end-to-end. Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun memiliki keterbatasan akses jaringan listrik.
Juan menambahkan, Huawei dipilih sebagai mitra teknologi karena memiliki kesamaan visi dalam pengembangan energi berkelanjutan serta rekam jejak inovasi dan jaminan produk serta layanan berskala global. Kolaborasi ini dinilai memungkinkan penerapan teknologi kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia.
CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song menyatakan Solar Depot merupakan mitra strategis yang memahami karakter sektor intensif energi dan didukung ekosistem bisnis yang kuat. Dalam kerja sama ini, Huawei akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol serta pemantauan real time untuk menjaga stabilitas dan efisiensi operasi.
Baca Juga: Huawei Siap Produksi Baterai Mobil Listrik Supercepat dengan Jangkauan 3.000 Km
Ia menegaskan, kemitraan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital yang cerdas dan berkelanjutan. “Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Kedua perusahaan optimistis prospek industri PLTS akan terus meningkat seiring penguatan komitmen keberlanjutan dan tuntutan efisiensi biaya operasional. Dalam beberapa tahun ke depan, PLTS yang didukung penyimpanan energi dan manajemen cerdas diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan energi industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
(nng)
Lihat Juga :