Bank Dunia Wanti-wanti, Upah Murah Gerogoti Daya Beli RI

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:51 WIB
loading...
Bank Dunia Wanti-wanti,...
Lapangan kerja baru didominasi sektor bergaji rendah, sementara upah riil terus menurun sejak 2018. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) memperingatkan kondisi pasar tenaga kerja Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan meskipun penyerapan tenaga kerja terus meningkat. Lapangan kerja baru didominasi sektor bergaji rendah, sementara upah riil terus menurun sejak 2018, sehingga menggerus daya beli masyarakat dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.



Dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 yang dirilis Selasa (16/12), Bank Dunia mengungkapkan bahwa jumlah pekerja meningkat 1,3% atau sekitar 1,9 juta orang pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025. Namun, peningkatan tersebut lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat penambahan 4,8 juta pekerja atau tumbuh 3,4%.

"Meski penyerapan tenaga kerja meningkat 1,3% dari Agustus 2024 hingga Agustus 2025, seluruh tambahan pekerjaan berasal dari sektor dengan tingkat upah yang lebih rendah," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, di Jakarta.

Baca Juga: Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia, Tak Sampai 5,2% di 2026

Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan penambahan sekitar 490 ribu pekerja, disusul sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang menyerap sekitar 420 ribu pekerja. Kedua sektor ini menawarkan upah rata-rata sekitar Rp2,55 juta per bulan, jauh di bawah rata-rata upah nasional sebesar Rp3,33 juta per bulan.

Upah Riil Terus Tergerus

Bank Dunia mencatat upah riil di Indonesia mengalami penurunan sepanjang periode 2018–2024 dengan rata-rata penyusutan 1,1% per tahun. Penurunan terdalam dialami pekerja berkeahlian tinggi dengan kontraksi hingga 2,3% per tahun, sementara upah pekerja berkeahlian menengah menyusut rata-rata 1,1% per tahun. Hanya pekerja berkeahlian rendah yang mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3% per tahun.

Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI

Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Bank Dunia memproyeksikan konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,9% pada periode 2025–2027, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,1% pada 2024. "Hal ini menekan konsumsi rumah tangga, meskipun secara keseluruhan indikator makroekonomi utama tetap solid dan kuat," kata Carolyn.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Berita Terkini
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved