Danantara Didorong Jadi Jalan Keluar bagi Penguatan BUMN

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:06 WIB
loading...
Danantara Didorong Jadi...
Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU) kembali menyelenggarakan round table discussion (RTD) membahas Danantara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU) kembali menyelenggarakan round table discussion (RTD) untuk membahas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Setelah Surabaya, diskusi publik berlanjut ke Yogyakarta dengan tema "Menghitung Risiko dan Harapan Superholding BUMN Danantara".

Forum ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi yang direncanakan menyambangi sepuluh kota besar sebagai upaya memperkaya perspektif publik mengenai tata kelola dan peran Danantara dalam ekosistem BUMN. Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, mengatakan forum ini dimaksudkan untuk memediasi pandangan publik atas kehadiran Danantara.

"Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto, Danantara diharapkan menjadi jalan keluar bagi penguatan BUMN. Diskusi ini mencoba menimbang risiko sekaligus harapannya secara objektif," ujar dia.

Baca Juga: Danantara Akuisisi Aset Perhotelan hingga Real Estate di Mekkah

Danantara kini menjadi identitas baru superholding BUMN yang mengelola tujuh BUMN induk/strategis dengan total 844 entitas anak, baik berbentuk perseroan terbatas maupun perusahaan umum. Total nilai aset yang dikelola diperkirakan mencapai 900 miliar dolar AS dan berpotensi meningkat seiring konsolidasi aset di bawah naungannya.

Sebagai entitas pengelola kekayaan publik berskala besar, pengelolaan, kelembagaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban Danantara menjadi isu sentral. Pembahasan tidak hanya menyoroti besaran modal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN, tetapi juga praktik tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas.



Forum ini menghadirkan peneliti dan narasumber. Paparan awal akan disampaikan peneliti Nagara Institute, yakni Prof. Satya Arinanto, Mohamad Dian Revindo, dan R. Edi Sewandono, sebelum diskusi dengan narasumber utama, antara lain Mukhamad Misbakhun, Wijayanto Samirin, Ferry Latuhihin, dan Wihana Kirana Jaya.

Baca Juga: Danantara Resmi Teken Kerja Sama dengan Yordania, Jajaki Peluang Investasi ke Luar Negeri

Pokok bahasan mencakup tantangan pengaturan oleh BP BUMN, penatakelolaan superholding, serta upaya penguatan kinerja operasional dan investasi. Diskusi juga menelaah kesiapan manajemen risiko, model bisnis, strategi holdingisasi, dan perbaikan desain transformasi BUMN dari sisi hukum, usaha, dan kinerja.

Aspek ekonomi yang dikaji meliputi sumber pendanaan, tujuan dan prioritas investasi, manajemen portofolio, manajemen risiko, serta komitmen akuntabilitas dan transparansi. Mekanisme penyaluran Penyertaan Modal Negara, penggunaan dividen, dan optimalisasi aset BUMN juga menjadi perhatian.

Seluruh rangkaian diskusi akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube AFU untuk memperluas jangkauan dan transparansi. Hasil diskusi direncanakan dirangkum dalam bentuk buku dan policy brief sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah dan pengelola Danantara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Arus Kas Kontraktor...
Arus Kas Kontraktor Seret, Danantara Diminta Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Dony Oskaria Kecam Kriminalisasi...
Dony Oskaria Kecam Kriminalisasi Kakek Mujiran: BUMN Harus Hadir untuk Rakyat
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved