Pulihkan Rumah Korban Bencana, Apersi Usulkan Skema KPR Tanpa Beban Cicilan

Jum'at, 19 Desember 2025 - 15:30 WIB
loading...
Pulihkan Rumah Korban...
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apersi, Junaidi Abdillah. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengusulkan inisiatif "KPR Bencana" sebagai solusi pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Langkah ini diambil menyusul masifnya kerusakan pemukiman yang mencapai lebih dari 147 ribu unit rumah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Desember 2025, bencana tersebut tercatat menelan korban jiwa sebanyak 1.068 orang, sementara 190 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Kerusakan properti tidak hanya menyasar hunian warga, tetapi juga melumpuhkan 1.600 fasilitas umum, termasuk sekolah, rumah ibadah, dan ratusan jembatan yang menjadi nadi ekonomi masyarakat setempat.

“Bencana banjir dan longsor di Sumatera membuat kita semua berduka. Kami mengusulkan adanya KPR Bencana, yakni sebuah program yang membantu para korban kembali memiliki tempat tinggal yang nyaman, sehat, dan aman melalui dukungan pembiayaan khusus,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apersi, Junaidi Abdillah, kepada media di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga: Ketum Apersi: Rumah Menjadi Indikator Kesejahteraan

Junaidi menjelaskan bahwa skema KPR Bencana ini dirancang khusus bagi warga yang rumah fisiknya hancur total atau hilang tersapu bencana, bukan untuk sekadar renovasi. Ia menekankan pentingnya pelonggaran syarat administrasi perbankan bagi para korban, seperti pengecualian penerapan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI Checking, mengingat situasi ini bersifat luar biasa (lex specialist).

Dalam usulannya, Junaidi mendorong pemerintah untuk hadir sebagai penanggung angsuran melalui skema yang mirip dengan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Melalui cara ini, korban bencana tidak akan dibebani cicilan bulanan, sementara negara dapat menjalankan program pemulihan secara lebih efisien dan efektif untuk menjaga stabilitas fiskal dalam jangka panjang.



Program ini juga diproyeksikan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi pemulihan ekonomi di daerah terdampak. Proses pembangunan rumah nantinya akan melibatkan tenaga kerja lokal serta penggunaan bahan baku dari wilayah setempat. Keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok material konstruksi diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang sempat terhenti akibat bencana.

Baca Juga: Utang Pinjol Bisa Bikin Susah Ajukan KPR, Pengembang Wanti-wanti Program 3 Juta Rumah

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Apersi sebelumnya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan pada awal Desember 2025 senilai Rp200 juta. Donasi tersebut didistribusikan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian kepada masyarakat di lokasi bencana yang paling membutuhkan bantuan darurat.

Apersi berharap pemerintah dan kalangan perbankan dapat segera merumuskan regulasi terkait KPR Bencana ini. Dengan adanya kolaborasi antara pengembang berpengalaman dan dukungan finansial negara, para korban diharapkan dapat segera mendapatkan hunian baru yang lebih layak dan aman dari ancaman bencana di masa depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Respons Pasar Tinggi,...
Respons Pasar Tinggi, Ciputra Group Akselerasi Klaster Baru Citra Homes Halim
Pasar Properti Bergairah,...
Pasar Properti Bergairah, Hunian Modern di Halim Cepat Terserap
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Rekomendasi
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Berita Terkini
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved