Nusantara Regas Siapkan Sistem Tanggap Darurat Jelang Natal dan Tahun Baru 2025
Jum'at, 19 Desember 2025 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Seiring eskalasi insiden dan hasil asesmen yang menunjukkan waktu pemulihan melebihi batas toleransi operasional, skenario dilanjutkan dengan aktivasi Business Continuity Plan (BCP) dan pembentukan Business Continuity Team (BCT). Tahap ini menekankan pengelolaan krisis, analisis risiko dan dampak bisnis (Business Impact Analysis/BIA), strategi pemulihan, serta komunikasi krisis, guna memastikan operasional tetap berjalan dan keandalan pasokan energi nasional tetap terjaga.
Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan IMT, BCT, dan ERT Nusantara Regas yang berasal dari unsur internal maupun eksternal perusahaan, sehingga setiap perwira memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya pada periode NATARU yang umumnya diiringi dengan peningkatan kebutuhan gas.
Sejalan dengan penguatan kesiapsiagaan tersebut, Nusantara Regas juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) NATARU 2025 yang bertugas memastikan keandalan dan keamanan rantai pasok gas selama periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Satgas ini akan menjalankan koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan, mengantisipasi serta memitigasi potensi risiko operasional, serta menjaga kelangsungan penyaluran gas secara efektif dan prudent selama masa tugas 9 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026.
“Menghadapi periode NATARU dengan potensi lonjakan kebutuhan gas, kesiapsiagaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Pembentukan Satgas NATARU 2025, yang didukung oleh pengujian MERE dan BCP, merupakan komitmen Nusantara Regas untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional sekaligus memastikan keselamatan operasional dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutup Ali Azmy.
PT Nusantara Regas adalah afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara, Tbk yang bertugas mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta dan Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta. Fasilitas ini menerima dan memproses LNG menjadi pasokan energi pembangkit listrik yang punya peran vital di Jakarta dan Jawa bagian barat.
Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan IMT, BCT, dan ERT Nusantara Regas yang berasal dari unsur internal maupun eksternal perusahaan, sehingga setiap perwira memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya pada periode NATARU yang umumnya diiringi dengan peningkatan kebutuhan gas.
Sejalan dengan penguatan kesiapsiagaan tersebut, Nusantara Regas juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) NATARU 2025 yang bertugas memastikan keandalan dan keamanan rantai pasok gas selama periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Satgas ini akan menjalankan koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan, mengantisipasi serta memitigasi potensi risiko operasional, serta menjaga kelangsungan penyaluran gas secara efektif dan prudent selama masa tugas 9 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026.
“Menghadapi periode NATARU dengan potensi lonjakan kebutuhan gas, kesiapsiagaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Pembentukan Satgas NATARU 2025, yang didukung oleh pengujian MERE dan BCP, merupakan komitmen Nusantara Regas untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional sekaligus memastikan keselamatan operasional dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutup Ali Azmy.
PT Nusantara Regas adalah afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara, Tbk yang bertugas mengoperasikan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta dan Onshore Receiving Facilities Muara Karang, DKI Jakarta. Fasilitas ini menerima dan memproses LNG menjadi pasokan energi pembangkit listrik yang punya peran vital di Jakarta dan Jawa bagian barat.
(unt)
Lihat Juga :