Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Industri 4.0 di Indonesia
Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:27 WIB
loading...
China Mobile International (CMI) Indonesia menyelenggarakan forum strategis TechConnect+ 2025 di Park Hyatt Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - China Mobile International (CMI) Indonesia menyelenggarakan forum strategis TechConnect+ 2025 di Park Hyatt Jakarta sebagai upaya menyusun peta jalan transformasi digital nasional. Forum ini mempertemukan regulator, pakar keamanan siber, asosiasi industri, dan pimpinan perusahaan untuk menyelaraskan langkah menuju percepatan Industri 4.0 dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan tersebut, CMI menegaskan transformasi peran perusahaan dari sekadar penyedia konektivitas global menjadi digital enabler yang komprehensif, dengan fokus pada penguatan ketahanan siber dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Inisiatif ini dinilai selaras dengan kebutuhan industri nasional yang menuntut infrastruktur digital andal dan berkelanjutan.
Baca Juga: Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Industri 4.0 di Sektor Manufaktur
Marketing Manager CMI Indonesia David Sugandi mengatakan percepatan transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keamanan dan kedaulatan data. "Kecepatan saja tidak cukup tanpa keamanan. Kepercayaan digital kini menjadi faktor penentu. CMI berkomitmen menyediakan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga menjaga kedaulatan data melalui jaringan yang tangguh, mulai dari kabel bawah laut hingga layanan cloud," ujarnya dalam sebuah panel diskusi, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari Kementerian Perindustrian. Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Solehan dalam pidato kuncinya menekankan pentingnya infrastruktur digital yang kuat untuk mendorong transformasi Industri 4.0 di sektor-sektor strategis nasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Selain isu ketahanan siber, forum ini menyoroti percepatan transformasi kesehatan nasional melalui pemanfaatan solusi berbasis AI. Sejalan dengan Cetak Biru Transformasi Digital Kesehatan Kementerian Kesehatan, CMI menyatakan kesiapan mendukung pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Generasi Muda Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif
Pakar keamanan siber Dharma Pangrekun dan Ketua Asosiasi Cloud Hosting Indonesia Randy Maulana Akbar menekankan pentingnya perlindungan data dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya. Diskusi yang dipandu Masyarakat Telematika Indonesia tersebut menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur digital harus dibarengi mitigasi risiko terhadap ancaman siber global yang semakin kompleks.
Sementara itu, Business Manager CMI Indonesia Asep Nasrullah menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menghadapi era digital. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan penyedia infrastruktur diperlukan agar transformasi digital nasional berjalan optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, CMI menegaskan transformasi peran perusahaan dari sekadar penyedia konektivitas global menjadi digital enabler yang komprehensif, dengan fokus pada penguatan ketahanan siber dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Inisiatif ini dinilai selaras dengan kebutuhan industri nasional yang menuntut infrastruktur digital andal dan berkelanjutan.
Baca Juga: Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Industri 4.0 di Sektor Manufaktur
Marketing Manager CMI Indonesia David Sugandi mengatakan percepatan transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keamanan dan kedaulatan data. "Kecepatan saja tidak cukup tanpa keamanan. Kepercayaan digital kini menjadi faktor penentu. CMI berkomitmen menyediakan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga menjaga kedaulatan data melalui jaringan yang tangguh, mulai dari kabel bawah laut hingga layanan cloud," ujarnya dalam sebuah panel diskusi, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari Kementerian Perindustrian. Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Solehan dalam pidato kuncinya menekankan pentingnya infrastruktur digital yang kuat untuk mendorong transformasi Industri 4.0 di sektor-sektor strategis nasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Selain isu ketahanan siber, forum ini menyoroti percepatan transformasi kesehatan nasional melalui pemanfaatan solusi berbasis AI. Sejalan dengan Cetak Biru Transformasi Digital Kesehatan Kementerian Kesehatan, CMI menyatakan kesiapan mendukung pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Generasi Muda Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif
Pakar keamanan siber Dharma Pangrekun dan Ketua Asosiasi Cloud Hosting Indonesia Randy Maulana Akbar menekankan pentingnya perlindungan data dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya. Diskusi yang dipandu Masyarakat Telematika Indonesia tersebut menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur digital harus dibarengi mitigasi risiko terhadap ancaman siber global yang semakin kompleks.
Sementara itu, Business Manager CMI Indonesia Asep Nasrullah menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menghadapi era digital. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan penyedia infrastruktur diperlukan agar transformasi digital nasional berjalan optimal dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :