KTT Dewan Eropa Memanas, Italia Gagalkan Pembekuan Aset Rusia untuk Ukraina

Minggu, 21 Desember 2025 - 20:05 WIB
loading...
KTT Dewan Eropa Memanas,...
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, (tengah) membuat gestur dalam sidang Senat di Roma, Rabu, 18 Desember 2024. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Italia memainkan peran kunci dalam menggagalkan rencana Uni Eropa (UE) untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai sumber pembiayaan bagi Ukraina dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa yang berlangsung hingga Jumat dini hari. Setelah hampir 17 jam negosiasi intensif, para pemimpin UE sepakat meninggalkan opsi aset Rusia dan beralih ke skema pendanaan alternatif, menandai perubahan besar dalam strategi dukungan ke Kyiv.

Langkah tersebut dipimpin Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang sejalan dengan keberatan Belgia terhadap penggunaan aset Rusia yang tersimpan di Euroclear, Brussels. Penolakan ini sekaligus mengguncang agenda Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang sebelumnya mendorong pemanfaatan aset Rusia sebagai jaminan pinjaman.

"Saya senang akal sehat menang. Kami berhasil mengamankan sumber daya yang dibutuhkan Ukraina, tetapi melalui solusi yang memiliki dasar hukum dan keuangan yang kokoh," kata Meloni kepada wartawan usai KTT dikutip dari Anadolu Ajansi, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga: Eropa Temukan Harta Karun Logam Tanah Jarang Terbesar yang Capai 8,8 Juta Ton, tapi...

Dia menegaskan sikap Italia yang menolak pendekatan berisiko secara hukum. Sebagai jalan tengah, UE sepakat menerbitkan utang bersama senilai 90 miliar euro yang dijamin anggaran bersama untuk mendukung Ukraina pada 2026–2027. Skema ini disepakati setelah Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menolak keras penggunaan aset Rusia sebagai jaminan, dengan alasan ketiadaan perlindungan hukum jangka panjang.



Dorongan kuat dari Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang menginginkan pemanfaatan sekitar 185 miliar euro aset Rusia beku, akhirnya kandas. De Wever menegaskan negara kecil pun memiliki suara dalam pengambilan keputusan UE, sementara Hongaria, Republik Ceko, dan Slovakia memilih tidak ikut dalam mekanisme jaminan pinjaman tersebut.

Ketegangan di KTT juga berdampak pada agenda lain, yakni penundaan kesepakatan perdagangan antara UE dan blok Mercosur. Von der Leyen mengumumkan penandatanganan yang semula dijadwalkan di Brasil ditunda hingga Januari, menyusul pernyataan Meloni bahwa kesepakatan itu “terlalu dini” tanpa perlindungan tambahan bagi petani Eropa.

Baca Juga: Gabung Koalisi Belgia, Italia Tolak Uni Eropa Bekukan Aset Rusia

Italia kemudian bergabung dengan Prancis, Polandia, Austria, dan Hongaria membentuk minoritas pemblokir yang mewakili lebih dari 35 persen populasi UE. Penundaan ini memberi waktu tambahan bagi negara-negara penentang untuk meminta jaminan lebih kuat terhadap dampak kesepakatan bagi sektor pertanian domestik.

Meski demikian, Komisi Eropa tetap optimistis kesepakatan Mercosur dapat disetujui awal tahun depan. Di tengah protes petani Eropa dan perbedaan kepentingan antarnegara, sikap Italia di KTT ini menegaskan semakin kuatnya dinamika politik internal UE dalam menentukan arah kebijakan strategis blok tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Rekomendasi
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved