Kinerja Ekspor Menurun, Ekonom Ingatkan Waspadai Gelombang PHK
Rabu, 16 September 2020 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Bhima menegaskan, turunnya surplus disebabkan oleh rendahnya harga komoditas unggulan ekspor. Harga minyak dunia, misalnya, rata-rata mengalami penurunan 29,5% sejak awal tahun 2020 akibat kontraksi pada permintaan global di saat pandemi.
“Sementara harga batu bara acuan Australia mengalami penurunan 27,7% sejak awal tahun (year-to-date). Harga minyak kelapa sawit anjlok 6,1% dalam rentang waktu yang sama,” paparnya.
Dia pun mengatakan beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 mulai melakukan lock down atau pengetatan mobilitas penduduk. Ini memengaruhi ekspor nonmigas seperti alas kaki yang turun 17% dibandingkan Juli dan logam mulia dan perhiasan yang anjlok 16,6%.
“Terganggunya rantai pasok selama masa pandemi masih berdampak luas terhadap aktivitas perdagangan. Delay atau pengiriman barang yang terlambat akhirnya membuat pelaku usaha domestik menurunkan kapasitas produksinya,” katanya. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Bisnis Legit Beresiko Tinggi)
Sebagaimana diketahui, BPS melansir nilai ekspor pada bulan Agustus 2020 mencapai USD13,07 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai USD10,74 miliar. “Neraca dagang kita surplusnya tinggi sedikit dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam video virtual, kemarin.
“Sementara harga batu bara acuan Australia mengalami penurunan 27,7% sejak awal tahun (year-to-date). Harga minyak kelapa sawit anjlok 6,1% dalam rentang waktu yang sama,” paparnya.
Dia pun mengatakan beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 mulai melakukan lock down atau pengetatan mobilitas penduduk. Ini memengaruhi ekspor nonmigas seperti alas kaki yang turun 17% dibandingkan Juli dan logam mulia dan perhiasan yang anjlok 16,6%.
“Terganggunya rantai pasok selama masa pandemi masih berdampak luas terhadap aktivitas perdagangan. Delay atau pengiriman barang yang terlambat akhirnya membuat pelaku usaha domestik menurunkan kapasitas produksinya,” katanya. (Baca juga: Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Bisnis Legit Beresiko Tinggi)
Sebagaimana diketahui, BPS melansir nilai ekspor pada bulan Agustus 2020 mencapai USD13,07 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai USD10,74 miliar. “Neraca dagang kita surplusnya tinggi sedikit dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam video virtual, kemarin.
Lihat Juga :