Tingkatkan Kolaborasi, IPC TPK Kembali Layani Adhoc Service
Senin, 22 Desember 2025 - 21:48 WIB
loading...
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan kesiapan operasionalnya dengan melayani Adhoc Service tambahan yang dibuka oleh shipping line CMA CGM. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Memasuki penghujung tahun 2025, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan kesiapan operasionalnya dengan melayani Adhoc Service tambahan yang dibuka oleh shipping line CMA CGM. Layanan ini dihadirkan sebagai respon atas tingginya permintaan pengiriman barang di akhir tahun sekaligus untuk menjaga kelancaran arus logistik internasional.
Kapal MV Hai Yun sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok dengan rute Shanghai – Jakarta – Singapura pada Minggu, 21 Desember 2025 pukul 15.00 WIB.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa dukungan terhadap layanan baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka ruang kolaborasi yang efektif dengan berbagai shipping line.
“IPC TPK berkomitmen menjadi mitra strategis perusahaan pelayaran dengan menyediakan layanan terminal yang siap, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar melalui kesiapan operasional dan layanan berbasis perencanaan.” ujar Pramestie dalam siaran persnya, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Optimalisasi Operasional Pelabuhan Tanjung Priok dengan Alat Pemindai Peti Kemas
MV Hai Yun, kapal berbendera Singapura dengan panjang ( Length Over All dan lebar ( Beam ) 28 meter, tercatat melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 742 boxes peti kemas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan kontribusi mencapai 23,51 persen dari total ekspor nonmigas periode Januari–Oktober 2025, dengan nilai mencapai USD52,45 miliar.
Kondisi ini menjadikan ketersediaan layanan pelayaran yang andal sebagai faktor penting dalam menjaga daya saing ekspor nasional. “Dengan layanan seperti berthing on arrival dan pengelolaan operasi yang terintegrasi, IPC TPK siap mendukung kelancaran layanan pelayaran dan menjaga efisiensi logistik nasional,” katanya.
Baca Juga: BNPB: Jaga Akses dan Logistik, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Digencarkan
Ke depannya, lanjut Pramestie, IPC TPK terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai shipping line melalui pelayanan yang andal dan beror ientasi pada kebutuhan pelanggan. “Layanan menjadi solusi cepat untuk menutup kekurangan kapasitas angkut pada periode puncak, sehingga arus logistik tetap terjaga tanpa mengganggu jadwal layanan reguler.” tutup
Pramestie
Kapal MV Hai Yun sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok dengan rute Shanghai – Jakarta – Singapura pada Minggu, 21 Desember 2025 pukul 15.00 WIB.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa dukungan terhadap layanan baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka ruang kolaborasi yang efektif dengan berbagai shipping line.
“IPC TPK berkomitmen menjadi mitra strategis perusahaan pelayaran dengan menyediakan layanan terminal yang siap, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar melalui kesiapan operasional dan layanan berbasis perencanaan.” ujar Pramestie dalam siaran persnya, Senin (22/12/2025).
Baca Juga: Optimalisasi Operasional Pelabuhan Tanjung Priok dengan Alat Pemindai Peti Kemas
MV Hai Yun, kapal berbendera Singapura dengan panjang ( Length Over All dan lebar ( Beam ) 28 meter, tercatat melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 742 boxes peti kemas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan kontribusi mencapai 23,51 persen dari total ekspor nonmigas periode Januari–Oktober 2025, dengan nilai mencapai USD52,45 miliar.
Kondisi ini menjadikan ketersediaan layanan pelayaran yang andal sebagai faktor penting dalam menjaga daya saing ekspor nasional. “Dengan layanan seperti berthing on arrival dan pengelolaan operasi yang terintegrasi, IPC TPK siap mendukung kelancaran layanan pelayaran dan menjaga efisiensi logistik nasional,” katanya.
Baca Juga: BNPB: Jaga Akses dan Logistik, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Digencarkan
Ke depannya, lanjut Pramestie, IPC TPK terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai shipping line melalui pelayanan yang andal dan beror ientasi pada kebutuhan pelanggan. “Layanan menjadi solusi cepat untuk menutup kekurangan kapasitas angkut pada periode puncak, sehingga arus logistik tetap terjaga tanpa mengganggu jadwal layanan reguler.” tutup
Pramestie
(nng)
Lihat Juga :