Rupiah Babak Belur dalam Sepekan, Sentuh Level Rp16.750 per Dolar AS
Jum'at, 26 Desember 2025 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Jepang, China, Taiwan, & Singapura kompak menguat di rentang 0,12% hingga 1,19%. Kemudian Rupiah & Filipina menguat tipis di bawah 0,1%, sedangkan Rupee India terkoreksi sebesar 0,41%.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Hanyut Sentuh Rp16.750/USD, Apa Sebabnya?
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat di pekan depan. Hal ini didorong oleh berlanjutnya tren pelemahan dolar AS akibat rilis data ekonomi domestik Paman Sam yang mengecewakan, seperti data penjualan barang tahan lama dan indeks kepercayaan konsumen, meskipun data PDB mereka sempat direvisi naik.
Faktor likuiditas global juga turut memengaruhi posisi greenback saat ini. "Dolar AS juga masih tertekan oleh penambahan likuiditas USD40 miliar per bulan oleh The Fed yang telah dimulai pertengahan Desember. Range 16.650-16.800," ungkap Lukman.
Dengan adanya suntikan likuiditas dari Bank Sentral AS tersebut, pelaku pasar memprediksi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, akan sedikit mereda saat perdagangan kembali dibuka pasca-libur Natal.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Hanyut Sentuh Rp16.750/USD, Apa Sebabnya?
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat di pekan depan. Hal ini didorong oleh berlanjutnya tren pelemahan dolar AS akibat rilis data ekonomi domestik Paman Sam yang mengecewakan, seperti data penjualan barang tahan lama dan indeks kepercayaan konsumen, meskipun data PDB mereka sempat direvisi naik.
Faktor likuiditas global juga turut memengaruhi posisi greenback saat ini. "Dolar AS juga masih tertekan oleh penambahan likuiditas USD40 miliar per bulan oleh The Fed yang telah dimulai pertengahan Desember. Range 16.650-16.800," ungkap Lukman.
Dengan adanya suntikan likuiditas dari Bank Sentral AS tersebut, pelaku pasar memprediksi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, akan sedikit mereda saat perdagangan kembali dibuka pasca-libur Natal.
(akr)
Lihat Juga :