Ketersediaan Telur Dipastikan Aman Sampai Lebaran 2026, Bapanas: Stok Nasional Banyak
Jum'at, 26 Desember 2025 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang diperbarui setiap bulan, kebutuhan konsumsi telur ayam ras secara nasional diperkirakan mencapai 6,487 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, kebutuhan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG pada 2025 hanya sekitar 1,96% atau setara 127,3 ribu ton.
Di sisi lain, produksi telur ayam ras nasional masih lebih besar, yakni mencapai sekitar 6,561 juta ton per tahun. Kondisi ini membuat stok akhir tahun 2025 diproyeksikan meningkat signifikan menjadi 74,5 ribu ton, atau melonjak 154,2% dibandingkan stok akhir 2024 yang tercatat 29,3 ribu ton.
Baca Juga: Pos Indonesia Dukung GPM Serentak Kementan, Jamin Akses Pangan Masyarakat
Meski pasokan aman, Bapanas, kata Ketut tetap memantau pergerakan harga telur ayam ras di pasaran. Pemerintah menargetkan harga telur di tingkat konsumen berada sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30.000 per kilogram.
"Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan teman-teman peternak. Mereka komitmen tetap di range harga di peternak Rp22.000, Rp23.000 sampai Rp25.000. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp30.000," tuturnya.
Di sisi lain, produksi telur ayam ras nasional masih lebih besar, yakni mencapai sekitar 6,561 juta ton per tahun. Kondisi ini membuat stok akhir tahun 2025 diproyeksikan meningkat signifikan menjadi 74,5 ribu ton, atau melonjak 154,2% dibandingkan stok akhir 2024 yang tercatat 29,3 ribu ton.
Baca Juga: Pos Indonesia Dukung GPM Serentak Kementan, Jamin Akses Pangan Masyarakat
Meski pasokan aman, Bapanas, kata Ketut tetap memantau pergerakan harga telur ayam ras di pasaran. Pemerintah menargetkan harga telur di tingkat konsumen berada sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30.000 per kilogram.
"Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan teman-teman peternak. Mereka komitmen tetap di range harga di peternak Rp22.000, Rp23.000 sampai Rp25.000. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp30.000," tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :