China Larang Penambahan Kapasitas Baja Baru hingga 2030

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:00 WIB
loading...
China Larang Penambahan...
China pada Jumat (26/12) mengumumkan akan melanjutkan pengendalian produksi baja mentah serta melarang penambahan kapasitas baru yang ilegal pada periode 2026 hingga 2030. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - China pada Jumat (26/12) mengumumkan akan melanjutkan pengendalian produksi baja mentah serta melarang penambahan kapasitas baru yang ilegal pada periode 2026 hingga 2030. Dikutip Reuters, kebijakan ini merupakan bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 yang bertujuan membatasi emisi karbon sekaligus mengatasi masalah kelebihan kapasitas yang membelit industri baja terbesar di dunia.

Pada 11 bulan pertama 2025, produksi baja mentah China turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 892 juta ton. Dengan tren tersebut, total produksi baja sepanjang 2025 diperkirakan akan turun di bawah 1 miliar ton untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan dari lesunya sektor properti domestik yang berkepanjangan, yang memukul konsumsi baja dalam negeri dan memperparah masalah kelebihan kapasitas.

“Industri bahan baku, termasuk baja, saat ini menghadapi masalah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan,” kata Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China dalam sebuah pernyataan resmi.

Lembaga perencana negara itu menambahkan bahwa industri bahan baku perlu memperdalam reformasi sisi penawaran pada periode 2026–2030, di mana “prinsip seleksi alam atau survival of the fittest didorong.”

Baca Juga: Akankah China Menyelamatkan Venezuela?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved