China Larang Penambahan Kapasitas Baja Baru hingga 2030
Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2023, ekspor baja China tetap kuat dan sebagian mampu mengimbangi penurunan permintaan domestik. Ekspor baja China meningkat 6,7% secara tahunan menjadi 107,72 juta ton metrik pada periode Januari–November 2025. Namun, kondisi ini memicu reaksi proteksionis secara global, ditandai dengan penerapan hambatan perdagangan oleh semakin banyak negara yang menilai produk murah dari China merugikan produsen lokal.
Merespons tekanan global tersebut, Beijing pada pertengahan Desember meluncurkan rencana penerapan sistem perizinan ekspor yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026 untuk mengatur ekspor sekitar 300 produk terkait baja. Para eksportir diwajibkan mengajukan permohonan izin ekspor berdasarkan kontrak ekspor serta sertifikat inspeksi kualitas produk dari produsen.
Baca Juga: BRICS Sepanjang 2025: Indonesia Bergabung hingga Jalan Terjal Dedolarisasi
Pengendalian produksi ini juga sejalan dengan komitmen China untuk mencapai netralitas karbon pada 2060. Pada 2021, produsen dan konsumen baja terbesar di dunia tersebut menghentikan pertumbuhan produksi baja mentah sebagai bagian dari upaya pembatasan emisi karbon. Dalam rencana kerja industri baja untuk periode 2025–2026 yang telah dipublikasikan sebelumnya, China menargetkan porsi produksi baja berbasis electric arc furnace mencapai setidaknya 15% dari total produksi baja nasional pada 2025.
Merespons tekanan global tersebut, Beijing pada pertengahan Desember meluncurkan rencana penerapan sistem perizinan ekspor yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2026 untuk mengatur ekspor sekitar 300 produk terkait baja. Para eksportir diwajibkan mengajukan permohonan izin ekspor berdasarkan kontrak ekspor serta sertifikat inspeksi kualitas produk dari produsen.
Baca Juga: BRICS Sepanjang 2025: Indonesia Bergabung hingga Jalan Terjal Dedolarisasi
Pengendalian produksi ini juga sejalan dengan komitmen China untuk mencapai netralitas karbon pada 2060. Pada 2021, produsen dan konsumen baja terbesar di dunia tersebut menghentikan pertumbuhan produksi baja mentah sebagai bagian dari upaya pembatasan emisi karbon. Dalam rencana kerja industri baja untuk periode 2025–2026 yang telah dipublikasikan sebelumnya, China menargetkan porsi produksi baja berbasis electric arc furnace mencapai setidaknya 15% dari total produksi baja nasional pada 2025.
(nng)
Lihat Juga :