Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Transisi Energi, Analis Nilai Prospek PGEO Positif

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:53 WIB
loading...
Panas Bumi Jadi Tulang...
panas bumi masih jadi tulang punggung transisi energi. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Analis pasar modal dari Bahana Sekuritas Jeremy Mikael menilai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) memiliki peran yang semakin strategis dalam mendorong transisi energi di Indonesia.

Sebagai sumber listrik bersih yang berkarakter baseload, energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional. Dari sisi pasar, saham PGE dinilai juga memiliki potensi yang positif dengan pertumbuhannya yang lebih terukur.

Dalam laporannya, Jeremy menilai PGE berada pada posisi yang solid untuk memanfaatkan momentum tersebut. Dengan pipeline ekspansi yang jelas dan terukur, emiten ini dinilai berpotensi memperkuat kontribusi EBT nasional.

Baca Juga : AS Sudah Tancap Gas Jadikan Panas Bumi Sebagai Sumber Energi Listrik, Indonesia Sudah Sampai Mana?

“Dengan target pengembangan kapasitas menuju 1 gigawatt (GW) dan produksi 5,5–6,0 gigawatt hour (GWh) pada 2028, PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan yang terukur dan profil bisnis yang relatif defensif, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah emiten EBT lain maupun sektor seperti pertambangan mineral dan logam,” ujar Jeremy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Jeremy menambahkan, karakteristik bisnis panas bumi yang cenderung stabil membuat pertumbuhan pendapatan dan laba PGE relatif lebih konsisten. Ditambah dengan target PGE untuk menjadi 1 GW company melalui pengembangan sejumlah proyek strategis, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang berminat investasi ke sektor energi hijau dengan risiko yang lebih terkendali. Ia juga meyakini peluang pertumbuhan PGE dalam beberapa tahun ke depan akan sangat terbuka.

“Kami melihat dalam tiga tahun ke depan, setidaknya pada 2028, kapasitas PGEO berpotensi mencapai 1 GW. Hal ini dapat mendorong total produksi listrik menjadi sekitar 5.5–6.0 GWh. EBITDA diproyeksikan dapat mencapai US$484 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 11%), sementara laba bersih diperkirakan mencapai US$201 juta pada 2028 (CAGR 2024–2028 sebesar 5.8%),” jelasnya.

Baca Juga : Indonesia Bangun Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi Pertama di Dunia

Dari sisi fundamental, Jeremy juga menyoroti neraca keuangan PGE yang dinilai masih cukup sehat.

“PGEO memiliki growth story yang jelas dari sisi penambahan kapasitas secara organik. Dari sisi valuasi, PGEO juga masih relatif reasonable dibandingkan pemain panas bumi lainnya di Indonesia. Selain itu, PGEO memiliki neraca yang sehat, dengan gearing ratio di bawah rata-rata industri, sehingga masih memiliki debt head room apabila dibutuhkan untuk ekspansi,” katanya.

Perkuat Peran Panas Bumi dalam Bauran Listrik Nasional

Lebih lanjut, Jeremy menilai prospek sektor EBT di Indonesia akan semakin menguat seiring dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, kontribusi listrik dari EBT ditargetkan mencapai 30% pada 2034, dengan tambahan kapasitas terpasang EBT sebesar 52,8 GW. Dari jumlah tersebut, panas bumi diproyeksikan berkontribusi sekitar 5,2 GW, meningkat signifikan dari kapasitas eksisting saat ini. Kemudian pangsa pasar EBT berdasarkan kapasitas terpasang ditargetkan meningkat menjadi 37,5% pada 2034, naik dari sekitar 9,6% saat ini.

“Melihat pergerakan beberapa saham di sektor EBT, tampaknya minat investor terhadap sektor EBT mulai terlihat. Sementara itu, untuk PGEO, saat ini sahamnya terlihat berada dalam fase koreksi setelah mengalami kenaikan pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini. Namun, secara fundamental, prospek jangka menengahnya masih tetap menarik,” katanya.

Terkait aspek eksekusi proyek, Jeremy menilai sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting. Ia menyoroti peran Danantara dalam mendukung kesepakatan kerja sama antara PGEO dan PT PLN (Persero), termasuk dengan anak usaha PLN Indonesia Power, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total potensi tambahan kapasitas hingga 530 megawatt (MW).

“Dengan keterlibatan Danantara, kami melihat koordinasi antara PGEO dan PLN sebagai offtaker tunggal dapat berjalan lebih selaras dalam pengembangan proyek ke depan,” pungkasnya.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Transisi Energi Sektor...
Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Aktivitas Gempa Bumi...
Aktivitas Gempa Bumi Bisa Dipengaruhi Panas Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved