Jumlah Penumpang Pesawat Turun di Momen Nataru 2025/2026, Ada Apa?
Rabu, 31 Desember 2025 - 16:27 WIB
loading...
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya penurunan jumlah penumpang pesawat udara pada periode arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) mencatat adanya penurunan jumlah penumpang pesawat udara pada periode arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, khususnya pada penerbangan domestik . Meski demikian, kapasitas penerbangan dinilai masih mencukupi dengan tingkat keterisian kursi yang belum optimal.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa menyampaikan, bahwa secara kumulatif periode 18 hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang penerbangan nasional mengalami penurunan 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun jumlah penerbangan justru meningkat 2,01%.
"Pesawatnya ada, tetapi penumpangnya turun. Itu yang terjadi pada penerbangan domestik," ujar Lukman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Sambut Nataru 2025/2026
Untuk penerbangan internasional, Lukman menjelaskan tren yang berbeda. Hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang internasional harian meningkat 4% dengan jumlah penerbangan relatif stagnan. Sementara secara kumulatif sejak 18 Desember 2025, penerbangan internasional tumbuh 7,2% dan penumpangnya naik 5%.
Adapun di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, jumlah penumpang pada 30 Desember 2025 tercatat mencapai 74.039 orang atau naik 0,8% dibandingkan hari yang sama tahun 2024. Namun, secara kumulatif pada periode 18–30 Desember 2025, jumlah penumpang di bandara tersebut turun 0,8% dengan total 929.638 penumpang.
Puncak pergerakan penumpang di Bali terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 82.445 penumpang atau naik 12% dibandingkan hari yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh penumpang internasional, sementara penumpang domestik cenderung stagnan.
Dari sisi kapasitas, Kemenhub mencatat pemanfaatan extra flight masih belum maksimal. Selama periode 18-30 Desember 2025, tingkat keterisian kursi (load factor) tercatat hanya 70,59%, menyisakan 21.180 kursi yang belum terpakai. Hingga 30 Desember 2025, sebanyak 294 extra flight telah digunakan dari total rencana 329 penerbangan.
"Jadi kalau ada informasi tiket mahal, sebenarnya masih ada sekitar 25 persen kursi yang belum terpakai," kata Lukman.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru, Bandara Soetta Dipadati 194 Ribu Penumpang dengan 1.146 Penerbangan
Secara nasional, Kemenhub telah menyetujui tambahan hingga 1.120 extra flight selama periode Nataru. Dari jumlah tersebut, baru 799 penerbangan yang terealisasi atau sekitar 71,51%, terdiri dari 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.
Meski terjadi penurunan pada segmen domestik, Lukman menegaskan bahwa secara total, jika digabung antara penerbangan domestik dan internasional, pergerakan penumpang masih menunjukkan kenaikan tipis. Hingga 30 Desember 2025, total penerbangan meningkat 0,9% dan jumlah penumpang naik 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa menyampaikan, bahwa secara kumulatif periode 18 hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang penerbangan nasional mengalami penurunan 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun jumlah penerbangan justru meningkat 2,01%.
"Pesawatnya ada, tetapi penumpangnya turun. Itu yang terjadi pada penerbangan domestik," ujar Lukman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Sambut Nataru 2025/2026
Untuk penerbangan internasional, Lukman menjelaskan tren yang berbeda. Hingga 30 Desember 2025, jumlah penumpang internasional harian meningkat 4% dengan jumlah penerbangan relatif stagnan. Sementara secara kumulatif sejak 18 Desember 2025, penerbangan internasional tumbuh 7,2% dan penumpangnya naik 5%.
Adapun di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, jumlah penumpang pada 30 Desember 2025 tercatat mencapai 74.039 orang atau naik 0,8% dibandingkan hari yang sama tahun 2024. Namun, secara kumulatif pada periode 18–30 Desember 2025, jumlah penumpang di bandara tersebut turun 0,8% dengan total 929.638 penumpang.
Puncak pergerakan penumpang di Bali terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 82.445 penumpang atau naik 12% dibandingkan hari yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh penumpang internasional, sementara penumpang domestik cenderung stagnan.
Dari sisi kapasitas, Kemenhub mencatat pemanfaatan extra flight masih belum maksimal. Selama periode 18-30 Desember 2025, tingkat keterisian kursi (load factor) tercatat hanya 70,59%, menyisakan 21.180 kursi yang belum terpakai. Hingga 30 Desember 2025, sebanyak 294 extra flight telah digunakan dari total rencana 329 penerbangan.
"Jadi kalau ada informasi tiket mahal, sebenarnya masih ada sekitar 25 persen kursi yang belum terpakai," kata Lukman.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru, Bandara Soetta Dipadati 194 Ribu Penumpang dengan 1.146 Penerbangan
Secara nasional, Kemenhub telah menyetujui tambahan hingga 1.120 extra flight selama periode Nataru. Dari jumlah tersebut, baru 799 penerbangan yang terealisasi atau sekitar 71,51%, terdiri dari 788 penerbangan domestik dan 11 penerbangan internasional.
Meski terjadi penurunan pada segmen domestik, Lukman menegaskan bahwa secara total, jika digabung antara penerbangan domestik dan internasional, pergerakan penumpang masih menunjukkan kenaikan tipis. Hingga 30 Desember 2025, total penerbangan meningkat 0,9% dan jumlah penumpang naik 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(akr)
Lihat Juga :