500 Orang Terkaya Dunia Makin Tajir di 2025, Tumpuk Harta Rp36.000 Triliun dalam Setahun
Kamis, 01 Januari 2026 - 09:11 WIB
loading...
Kekayaan kolektif 500 individu terkaya di dunia bertambah dengan rekor fantastis sebesar USD2,2 triliun di 2025. FOTO/Indian Express
A
A
A
JAKARTA - Kekayaan kolektif 500 individu terkaya di dunia bertambah dengan rekor fantastis sebesar USD2,2 triliun atau setara Rp36.000 triliun pada 2025. Data Bloomberg Billionaires Index menunjukkan, tambahan itu membuat total kekayaan bersih mereka mencapai USD11,9 triliun.
Lonjakan historis tersebut terutama didorong oleh meroketnya pasar saham, aset kripto, dan harga logam mulia. Situasi ini kian terakselerasi pasca kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS akhir 2024, meski sempat mengalami tekanan singkat akibat kekhawatiran kenaikan tarif pada April 2025.
Baca Juga: Abaikan Sanksi, Kapal Tanker China Tantang Blokade AS di Venezuela
Elon Musk kembali mempertahankan gelar sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan bersih CEO Tesla dan SpaceX itu melejit hampir 50% menjadi sekitar USD627 miliar pada akhir tahun, dengan tambahan mencapai USD194 miliar. Kenaikan ini didukung saham Tesla yang mencapai rekor tertinggi dan valuasi SpaceX yang melonjak mendekati USD800 miliar.
Gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama peningkatan kekayaan yang dramatis, khususnya di kalangan raksasa teknologi. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mencatat kenaikan luar biasa. Page menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan USD270 miliar atau naik USD101 miliar, disusul Brin di posisi berikutnya dengan USD251 miliar atau naik USD92 miliar.
Keberhasilan Alphabet meluncurkan model AI Gemini, terutama varian Gemini 3 pada Desember, mendorong sahamnya melonjak sekitar 65% sepanjang tahun. Kapitalisasi pasarnya pun menembus USD3,7 triliun.
Baca Juga: Serangan Drone di Kediaman Putin Bisa Picu Perang Nuklir, Ini Alasannya
Pemain teknologi lain juga menuai keuntungan besar. Pendiri Oracle, Larry Ellison, sempat menyalip Musk pada September setelah kekayaannya sehari meroket USD101 miliar, sebelum akhirnya turun ke peringkat ketiga. CEO Nvidia, Jensen Huang, juga meraup tambahan USD41,5 miliar berkat dominasi chip AI perusahaannya.
Konsentrasi kekayaan di lapisan teratas masyarakat kian menguat. Oxfam Amerika mencatat, hanya 10 orang Amerika terkaya saja menambah USD700 miliar sejak pelantikan Trump pada Januari 2025. Tahun ini disebut Forbes sebagai "tahun terbaik dalam sejarah bagi para miliarder", dengan jumlah mereka di seluruh dunia kini melampaui 3.000 orang.
Lonjakan historis tersebut terutama didorong oleh meroketnya pasar saham, aset kripto, dan harga logam mulia. Situasi ini kian terakselerasi pasca kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS akhir 2024, meski sempat mengalami tekanan singkat akibat kekhawatiran kenaikan tarif pada April 2025.
Baca Juga: Abaikan Sanksi, Kapal Tanker China Tantang Blokade AS di Venezuela
Elon Musk kembali mempertahankan gelar sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan bersih CEO Tesla dan SpaceX itu melejit hampir 50% menjadi sekitar USD627 miliar pada akhir tahun, dengan tambahan mencapai USD194 miliar. Kenaikan ini didukung saham Tesla yang mencapai rekor tertinggi dan valuasi SpaceX yang melonjak mendekati USD800 miliar.
Gelombang investasi kecerdasan buatan (AI) menjadi motor utama peningkatan kekayaan yang dramatis, khususnya di kalangan raksasa teknologi. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mencatat kenaikan luar biasa. Page menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan USD270 miliar atau naik USD101 miliar, disusul Brin di posisi berikutnya dengan USD251 miliar atau naik USD92 miliar.
Keberhasilan Alphabet meluncurkan model AI Gemini, terutama varian Gemini 3 pada Desember, mendorong sahamnya melonjak sekitar 65% sepanjang tahun. Kapitalisasi pasarnya pun menembus USD3,7 triliun.
Baca Juga: Serangan Drone di Kediaman Putin Bisa Picu Perang Nuklir, Ini Alasannya
Pemain teknologi lain juga menuai keuntungan besar. Pendiri Oracle, Larry Ellison, sempat menyalip Musk pada September setelah kekayaannya sehari meroket USD101 miliar, sebelum akhirnya turun ke peringkat ketiga. CEO Nvidia, Jensen Huang, juga meraup tambahan USD41,5 miliar berkat dominasi chip AI perusahaannya.
Konsentrasi kekayaan di lapisan teratas masyarakat kian menguat. Oxfam Amerika mencatat, hanya 10 orang Amerika terkaya saja menambah USD700 miliar sejak pelantikan Trump pada Januari 2025. Tahun ini disebut Forbes sebagai "tahun terbaik dalam sejarah bagi para miliarder", dengan jumlah mereka di seluruh dunia kini melampaui 3.000 orang.
(nng)
Lihat Juga :