Mesin Uang 3 Konglomerat RI Naik Rp225 Triliun, Prajogo Pangestu Unggul Jauh
Kamis, 01 Januari 2026 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Low Tuck Kwong pindah ke Indonesia pada 1972 untuk mencari peluang yang lebih baik. Ia mendirikan kontraktor konstruksi Jaya Sumpiles Indonesia pada 1973 sebelum beralih ke batubara dengan mengakuisisi konsesi pertambangan di Kalimantan pada 1990-an. Untuk mengkonsolidasikan bisnisnya, ia mendirikan Bayan Resources Tbk pada 2004 dengan model terintegrasi dari tambang hingga logistik. Perusahaan itu kini tumbuh menjadi eksportir utama, memproduksi sekitar 56,9 juta ton batubara pada 2024 dengan pendapatan sekitar USD 3,3 miliar.
Baca Juga: Perayaan Tahun Baru 2026 di London Spektakuler, 12.000 Kembang Api Pukau 100.000 Pengunjung
3. Robert Budi Hartono
Bersama saudaranya Michael (orang terkaya ke-4 di Indonesia), Budi Hartono mewarisi Djarum yang sedang dalam kesulitan pascakebakaran. Mereka berhasil membangun ulang dan memodernisasinya hingga menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar dunia. Pada 1970-an dan 1980-an, keluarga ini mendiversifikasi ke elektronik. Langkah strategis mereka adalah mengambil alih kendali Bank Central Asia, yang kini menyumbang sebagian besar kekayaan keluarga Hartono.
Baca Juga: Perayaan Tahun Baru 2026 di London Spektakuler, 12.000 Kembang Api Pukau 100.000 Pengunjung
3. Robert Budi Hartono
Bersama saudaranya Michael (orang terkaya ke-4 di Indonesia), Budi Hartono mewarisi Djarum yang sedang dalam kesulitan pascakebakaran. Mereka berhasil membangun ulang dan memodernisasinya hingga menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar dunia. Pada 1970-an dan 1980-an, keluarga ini mendiversifikasi ke elektronik. Langkah strategis mereka adalah mengambil alih kendali Bank Central Asia, yang kini menyumbang sebagian besar kekayaan keluarga Hartono.
(nng)
Lihat Juga :