2026, Akankah Menjadi Tahun Runtuhnya Dominasi Dolar AS?

Jum'at, 02 Januari 2026 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Namun, ancaman terbesar bagi dominasi dolar pada 2026 bukan berasal dari satu mata uang pesaing tunggal. Tantangan utama justru datang dari sistem pembayaran dan penyelesaian alternatif yang dirancang untuk melewati kanal berbasis dolar, terutama di negara berkembang yang akses terhadap likuiditas dolar kerap mahal, lambat, atau sarat kepentingan politik.

Berbagai inisiatif mulai bermunculan, seperti proyek mBridge yang digarap bersama bank sentral China, Hong Kong, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Bank for International Settlements (BIS), serta BRICS Pay yang memungkinkan negara-negara BRICS+ bertransaksi langsung dengan mata uang masing-masing. Di sisi lain, perkembangan stablecoin, jika bergeser ke format multimata uang atau non-dolar berpotensi menjadi jalur penyelesaian "netral" yang mempercepat transaksi lintas batas tanpa bergantung pada infrastruktur dolar.

Secara historis, pergantian mata uang dominan membutuhkan waktu sekitar satu abad. Namun, kemajuan teknologi dan pesatnya difusi keuangan digital membuat laju perubahan semakin cepat. Meski dolar AS masih memegang peran sentral, retakan demi retakan kian terlihat. Pada 2026, peluang terkikisnya dominasi dolar disebut-sebut berada pada titik tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved