Jelang Pergantian Bos BEI, Purbaya Minta Harus Berani Sikat Penggoreng Saham
Jum'at, 02 Januari 2026 - 13:25 WIB
loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian Pembukaan Perdagangan BEI, Jumat (2/1/2026). FOTO/Instagram/@menkeuri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kriteria tegas terkait sosok yang diharapkan memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode mendatang. Hal ini menyusul masa jabatan jajaran Direksi BEI saat ini yang akan segera berakhir di tahun ini.
Purbaya menekankan bahwa calon pucuk pimpinan bursa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.
"Oh dia harus bisa kritik di pasar dan harus bisa mengembangkan base dari investor, retail, dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," ujar Purbaya usai Pembukaan Perdagangan BEI, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ingin Saham Gorengan Ditertibkan, Janjikan Insentif ke BEI dan OJK
Menurut Purbaya, Direksi BEI yang baru harus mampu melakukan ekspansi jumlah investor secara luas, baik di segmen ritel maupun institusi, sekaligus memastikan ekosistem perdagangan berjalan secara adil dan transparan tanpa praktik manipulasi.
Berdasarkan ketentuan masa jabatan direksi bursa selama empat tahun, jajaran Direksi BEI periode 2022-2026 yang saat ini dipimpin oleh Iman Rachman akan segera mengakhiri masa tugasnya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Naik 0,34% di Awal Perdagangan 2026
Sesuai dengan siklus organisasi, Bursa Efek Indonesia dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada bulan Juni 2026. Agenda utama dalam RUPS tersebut adalah pengangkatan Direksi baru untuk periode 2026-2030.
Proses pemilihan ini nantinya akan melibatkan penyaringan ketat melalui fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kriteria yang disampaikan Menteri Keuangan ini diharapkan menjadi panduan bagi komite pemilihan dalam menjaring kandidat yang mampu membawa pasar modal Indonesia menuju target ambisius "Top 10 Bursa Dunia".
Purbaya menekankan bahwa calon pucuk pimpinan bursa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.
"Oh dia harus bisa kritik di pasar dan harus bisa mengembangkan base dari investor, retail, dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab," ujar Purbaya usai Pembukaan Perdagangan BEI, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ingin Saham Gorengan Ditertibkan, Janjikan Insentif ke BEI dan OJK
Menurut Purbaya, Direksi BEI yang baru harus mampu melakukan ekspansi jumlah investor secara luas, baik di segmen ritel maupun institusi, sekaligus memastikan ekosistem perdagangan berjalan secara adil dan transparan tanpa praktik manipulasi.
Berdasarkan ketentuan masa jabatan direksi bursa selama empat tahun, jajaran Direksi BEI periode 2022-2026 yang saat ini dipimpin oleh Iman Rachman akan segera mengakhiri masa tugasnya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Naik 0,34% di Awal Perdagangan 2026
Sesuai dengan siklus organisasi, Bursa Efek Indonesia dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada bulan Juni 2026. Agenda utama dalam RUPS tersebut adalah pengangkatan Direksi baru untuk periode 2026-2030.
Proses pemilihan ini nantinya akan melibatkan penyaringan ketat melalui fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kriteria yang disampaikan Menteri Keuangan ini diharapkan menjadi panduan bagi komite pemilihan dalam menjaring kandidat yang mampu membawa pasar modal Indonesia menuju target ambisius "Top 10 Bursa Dunia".
(nng)
Lihat Juga :