Prudential Indonesia-Mercy Corps Indonesia Tingkatkan Kesehatan Keuangan 6.400 UMKM
Senin, 05 Januari 2026 - 09:54 WIB
loading...
Prudential Indonesia dan Mercy Corps Indonesia tingkatkan pemahaman UMKM terhadap pengelolaan keuangan dan asuransi kesehatan kepada lebih dari 6.400 UMKM di Jabar, Jateng, dan Jatim. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Prudential Indonesia dan Mercy Corps Indonesia, melalui program Mastercard Strive di Indonesia, berhasil meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan keuangan dan asuransi kesehatan kepada lebih dari 6.400 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, Prudential Indonesia juga memperkuat UMKM dengan memberikan Personal Accident Insurance dari PRUWorks, sebuah program yang melindungi pelaku usaha dari kejadian tidak terduga.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Kuningan, Blitar, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo. Setelah menguasai materi dari tujuh mentor literasi finansial Prudential Indonesia, para fasilitator terjun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada UMKM dari November-Desember 2025.
Meskipun indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% pada 2025 , edukasi ini dirasa perlu. Mengingat banyak pelaku UMKM yang belum memiliki keterampilan dalam mengelola arus kas, perencanaan keuangan, dan manajemen risiko. Baca juga: Kelas Menengah Pikul Beban Berat, Ramai-ramai Pindah ke BPJS Kesehatan
Hal ini diperkuat dengan hasil pre-test yang menunjukkan 88% peserta ternyata tidak pernah membuat perencanaan keuangan. Sebagian besar peserta juga belum memahami pentingnya manajemen risiko, yang ditunjukkan dengan 85% UMKM tidak memiliki tabungan darurat dan 81% tidak atau kurang paham pentingnya asuransi untuk keberlanjutan usaha.
Adapun kesadaran dan pengetahuan mengenai kesehatan keuangan mulai terbangun pasca pelatihan. Dari hasil post-test, sekitar 88% UMKM berkomitmen untuk membuat rencana keuangan dan 52% akan menyiapkan dana darurat. Bahkan, lebih dari 88% sudah memahami tujuan asuransi, dengan 59% peserta tertarik menggunakan produk asuransi untuk melindungi diri dan menjaga keberlanjutan usaha.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen menjelaskan, meningkatkan ketangguhan finansial masyarakat Indonesia memerlukan upaya kolektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia, Prudential membekali para fasilitator dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka dapat memberikan edukasi keuangan yang inklusif dan berdampak bagi UMKM. ”Kami berharap inisiatif ini dapat membantu masyarakat semakin siap dalam menghadapi risiko serta merencanakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera,” katanya dalam siaran tertulis, Senin (5/1/2026).
Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis menambahkan, pihaknya memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok marginal dan rentan, termasuk UMKM. Dalam konteks ini, kesehatan keuangan merupakan bekal krusial bagi UMKM untuk keberlanjutan usaha mereka. ”Kerja sama dengan Prudential Indonesia sebagai perusahaan asuransi unggulan pun menjadi penting untuk memberikan dampak positif dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Dampak yang ditunjukkan ini sejalan dengan pendekatan ketangguhan finansial yang dikedepankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menekankan pentingnya kemampuan individu untuk mengelola keuangan sehari-hari, menghadapi guncangan finansial dan non-finansial, merencanakan masa depan, serta merasa aman terhadap kondisi keuangannya. Konsep tersebut sejalan dengan berbagai program literasi finansial yang dijalankan Prudential Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh secara finansial.
Senior Vice President of Social Impact for Asia, Pacific, Europe, Middle East and Africa, Mastercard Center for Inclusive Growth, Subhashini Chandran menjelaskan, kesehatan keuangan sangatlah vital bagi UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Selain menjaga stabilitas usaha, produk-produk yang menguatkan kesehatan keuangan dapat meningkatkan produktivitas UMKM, bahkan mendorong roda perekonomian.
”Dampak dari kolaborasi dengan Prudential Indonesia dan Mercy Corps Indonesia ini menjadi bukti komitmen Mastercard Strive untuk mendukung UMKM agar tangguh dan tumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya.
Para fasilitator yang terlibat juga merasakan manfaat langsung dari program Training of Trainers. Mereka menilai materi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kondisi sehari-hari UMKM. Baca juga: Bulan Inklusi Keuangan, Prudential Dorong Literasi Keuangan Perempuan Indonesia
Pelatihan ini juga membantu mereka menyampaikan informasi dengan lebih jelas dan percaya diri kepada komunitas yang mereka damping. “Setelah mengikuti pelatihan ini, kami merasa jauh lebih siap untuk mendampingi para pelaku UMKM dalam memahami dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik,” ujar para fasilitator.
Melalui kolaborasi bersama Mercy Corps Indonesia dan Mastercard Strive di Indonesia, serta komitmen yang konsisten terhadap prinsip keberlanjutan, Prudential Indonesia terus memperluas akses literasi keuangan serta berupaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh secara finansial. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari perjalanan jangka panjang Prudential Indonesia dalam mendukung masyarakat menghadapi risiko, memanfaatkan peluang, dan membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Kuningan, Blitar, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo. Setelah menguasai materi dari tujuh mentor literasi finansial Prudential Indonesia, para fasilitator terjun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada UMKM dari November-Desember 2025.
Meskipun indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% pada 2025 , edukasi ini dirasa perlu. Mengingat banyak pelaku UMKM yang belum memiliki keterampilan dalam mengelola arus kas, perencanaan keuangan, dan manajemen risiko. Baca juga: Kelas Menengah Pikul Beban Berat, Ramai-ramai Pindah ke BPJS Kesehatan
Hal ini diperkuat dengan hasil pre-test yang menunjukkan 88% peserta ternyata tidak pernah membuat perencanaan keuangan. Sebagian besar peserta juga belum memahami pentingnya manajemen risiko, yang ditunjukkan dengan 85% UMKM tidak memiliki tabungan darurat dan 81% tidak atau kurang paham pentingnya asuransi untuk keberlanjutan usaha.
Adapun kesadaran dan pengetahuan mengenai kesehatan keuangan mulai terbangun pasca pelatihan. Dari hasil post-test, sekitar 88% UMKM berkomitmen untuk membuat rencana keuangan dan 52% akan menyiapkan dana darurat. Bahkan, lebih dari 88% sudah memahami tujuan asuransi, dengan 59% peserta tertarik menggunakan produk asuransi untuk melindungi diri dan menjaga keberlanjutan usaha.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen menjelaskan, meningkatkan ketangguhan finansial masyarakat Indonesia memerlukan upaya kolektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Mercy Corps Indonesia, Prudential membekali para fasilitator dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka dapat memberikan edukasi keuangan yang inklusif dan berdampak bagi UMKM. ”Kami berharap inisiatif ini dapat membantu masyarakat semakin siap dalam menghadapi risiko serta merencanakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera,” katanya dalam siaran tertulis, Senin (5/1/2026).
Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis menambahkan, pihaknya memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok marginal dan rentan, termasuk UMKM. Dalam konteks ini, kesehatan keuangan merupakan bekal krusial bagi UMKM untuk keberlanjutan usaha mereka. ”Kerja sama dengan Prudential Indonesia sebagai perusahaan asuransi unggulan pun menjadi penting untuk memberikan dampak positif dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Dampak yang ditunjukkan ini sejalan dengan pendekatan ketangguhan finansial yang dikedepankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menekankan pentingnya kemampuan individu untuk mengelola keuangan sehari-hari, menghadapi guncangan finansial dan non-finansial, merencanakan masa depan, serta merasa aman terhadap kondisi keuangannya. Konsep tersebut sejalan dengan berbagai program literasi finansial yang dijalankan Prudential Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh secara finansial.
Senior Vice President of Social Impact for Asia, Pacific, Europe, Middle East and Africa, Mastercard Center for Inclusive Growth, Subhashini Chandran menjelaskan, kesehatan keuangan sangatlah vital bagi UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Selain menjaga stabilitas usaha, produk-produk yang menguatkan kesehatan keuangan dapat meningkatkan produktivitas UMKM, bahkan mendorong roda perekonomian.
”Dampak dari kolaborasi dengan Prudential Indonesia dan Mercy Corps Indonesia ini menjadi bukti komitmen Mastercard Strive untuk mendukung UMKM agar tangguh dan tumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya.
Para fasilitator yang terlibat juga merasakan manfaat langsung dari program Training of Trainers. Mereka menilai materi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kondisi sehari-hari UMKM. Baca juga: Bulan Inklusi Keuangan, Prudential Dorong Literasi Keuangan Perempuan Indonesia
Pelatihan ini juga membantu mereka menyampaikan informasi dengan lebih jelas dan percaya diri kepada komunitas yang mereka damping. “Setelah mengikuti pelatihan ini, kami merasa jauh lebih siap untuk mendampingi para pelaku UMKM dalam memahami dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik,” ujar para fasilitator.
Melalui kolaborasi bersama Mercy Corps Indonesia dan Mastercard Strive di Indonesia, serta komitmen yang konsisten terhadap prinsip keberlanjutan, Prudential Indonesia terus memperluas akses literasi keuangan serta berupaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh secara finansial. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari perjalanan jangka panjang Prudential Indonesia dalam mendukung masyarakat menghadapi risiko, memanfaatkan peluang, dan membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
(poe)
Lihat Juga :