Konflik Venezuela Tak Cukup Kuat Dongkrak Harga Minyak Dunia
Selasa, 06 Januari 2026 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Monitor Dampak AS Serang Venezuela dan Penangkapan Maduro
Ia menambahkan, kenaikan harga minyak biasanya terjadi apabila gangguan pasokan berasal dari negara produsen besar dengan volume produksi yang dominan. Dalam kasus Venezuela, penurunan produksi tidak cukup besar untuk mengubah struktur pasar.
Fabby juga menilai sentimen risiko geopolitik memang bisa memicu volatilitas jangka pendek di pasar minyak. Namun, kenaikan harga akibat sentimen tersebut cenderung bersifat sementara dan akan kembali terkoreksi mengikuti fundamental pasar.
"Pasar minyak itu cepat merespons isu geopolitik, tapi selama fundamentalnya surplus, kenaikannya biasanya tidak bertahan lama," katanya.
Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak, kondisi harga minyak yang relatif stabil atau cenderung rendah dinilai lebih menguntungkan. Namun demikian, Fabby mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor tetap menjadi risiko utama, sehingga strategi penguatan produksi dalam negeri dan pengendalian konsumsi BBM tetap harus menjadi prioritas pemerintah.
Ia menambahkan, kenaikan harga minyak biasanya terjadi apabila gangguan pasokan berasal dari negara produsen besar dengan volume produksi yang dominan. Dalam kasus Venezuela, penurunan produksi tidak cukup besar untuk mengubah struktur pasar.
Fabby juga menilai sentimen risiko geopolitik memang bisa memicu volatilitas jangka pendek di pasar minyak. Namun, kenaikan harga akibat sentimen tersebut cenderung bersifat sementara dan akan kembali terkoreksi mengikuti fundamental pasar.
"Pasar minyak itu cepat merespons isu geopolitik, tapi selama fundamentalnya surplus, kenaikannya biasanya tidak bertahan lama," katanya.
Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak, kondisi harga minyak yang relatif stabil atau cenderung rendah dinilai lebih menguntungkan. Namun demikian, Fabby mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor tetap menjadi risiko utama, sehingga strategi penguatan produksi dalam negeri dan pengendalian konsumsi BBM tetap harus menjadi prioritas pemerintah.
(akr)
Lihat Juga :