Delcy Rodriguez Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela, Rupiah Keok ke Rp16.758
Selasa, 06 Januari 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, komentar dari Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari yang tetap bersikap hawkish, mengatakan bahwa inflasi tetap terlalu tinggi, menambahkan bahwa kebijakan moneter sekarang lebih dekat ke posisi netral. Ia juga menggambarkan pasar tenaga kerja berada dalam lingkungan "perekrutan rendah, pemecatan rendah", menunjukkan perputaran yang terbatas daripada penurunan yang nyata.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat laju inflasi di ibu kota sepanjang tahun 2025 berada dalam kondisi yang terjaga. Inflasi tahunan Jakarta tercatat sebesar 2,63 persen, masih berada dalam rentang sasaran pemerintah yakni 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1.
Laju inflasi year-on-year (yoy) ini dipicu oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat, dengan sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat laju inflasi di ibu kota sepanjang tahun 2025 berada dalam kondisi yang terjaga. Inflasi tahunan Jakarta tercatat sebesar 2,63 persen, masih berada dalam rentang sasaran pemerintah yakni 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1.
Laju inflasi year-on-year (yoy) ini dipicu oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat, dengan sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi. Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :