Delcy Rodriguez Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela, Rupiah Keok ke Rp16.758

Selasa, 06 Januari 2026 - 16:37 WIB
loading...
Delcy Rodriguez Dilantik...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (6/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (6/1/2026), turun 18 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp16.758 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Wakil Presiden Maduro, Delcy Rodriguez resmi dilantik sebagai presiden sementara pada hari Senin.

"Meskipun ia menyampaikan dukungan untuk Maduro, tidak jelas apakah ia berencana untuk menentang intervensi AS. Laporan pada hari Senin menunjukkan bahwa intelijen AS memandang Rodriguez sebagai orang yang paling tepat untuk memimpin pemerintahan sementara," tulis Ibrahim dalam risetnya dikutip, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Rp16.740 per USD usai Maduro Ditangkap AS

Pada hari Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan AS terkait distribusi narkotika. Munyo, yang muncul di pengadilan New York beberapa hari setelah penangkapannya di Caracas oleh pasukan AS, mengatakan bahwa ia tidak bersalah dan bahwa ia masih presiden Venezuela.

Penangkapan Maduro, yang menurut Presiden AS Donald Trump dilakukan tanpa persetujuan Kongres, mengejutkan pasar global minggu ini. Trump mengisyaratkan bahwa AS akan mengambil alih kendali sementara Venezuela dan membuka industri minyak negara itu, mengundang perusahaan minyak besar Amerika untuk berinvestasi di negara tersebut.

Sementara itu, data ekonomi AS mengungkapkan bahwa bisnis manufaktur terus menunjukkan prospek yang suram. Indeks PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember 2025 turun menjadi 47,9, meleset dari perkiraan 48,3 dan turun dari 48,2 pada November.Hal ini menandakan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur. Angka tersebut menandai bulan kontraksi kesepuluh berturut-turut dan menggarisbawahi pelemahan yang terus-menerus di sektor ini.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Rekomendasi
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Berita Terkini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved