Ekspor Asia Tenggara ke AS Melonjak 25% di Tengah Tekanan Tarif Trump
Rabu, 07 Januari 2026 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Meski kinerja ekspor tetap solid, risiko kepatuhan membayangi negara-negara Asia Tenggara. Pemerintah AS mengancam tarif hingga 40% terhadap barang yang dianggap sebagai hasil “transshipment” atau pengalihan perdagangan, meskipun kriteria penilaiannya masih belum jelas.
Ketergantungan kawasan terhadap bahan baku dan barang antara dari China membuat situasi menjadi kompleks. Ekspor semikonduktor Malaysia yang tumbuh 15,7% pada paruh pertama 2025 serta sektor elektronik Thailand menjadi sorotan, mengingat peran kedua negara tersebut sebagai simpul penting dalam rantai pasok teknologi global.
Ke depan, para analis menilai Asia Tenggara masih berpotensi mempertahankan momentum ekspor, namun tekanan kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik global akan menjadi faktor penentu keberlanjutan kinerja positif kawasan tersebut.
Ketergantungan kawasan terhadap bahan baku dan barang antara dari China membuat situasi menjadi kompleks. Ekspor semikonduktor Malaysia yang tumbuh 15,7% pada paruh pertama 2025 serta sektor elektronik Thailand menjadi sorotan, mengingat peran kedua negara tersebut sebagai simpul penting dalam rantai pasok teknologi global.
Ke depan, para analis menilai Asia Tenggara masih berpotensi mempertahankan momentum ekspor, namun tekanan kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik global akan menjadi faktor penentu keberlanjutan kinerja positif kawasan tersebut.
(nng)
Lihat Juga :