Lee dan Xi Bertemu di Beijing, China-Korsel Pulihkan Kerja Sama Dagang
Rabu, 07 Januari 2026 - 21:23 WIB
loading...
China dan Korea Selatan menandatangani kerja sama dagang dalam kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, Senin (6/1). FOTO/AP
A
A
A
BEIJING - China dan Korea Selatan menandatangani 24 kontrak ekspor senilai USD44,11 juta atau setara Rp737 triliun dalam kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, Senin (6/1). Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama pertemuan diplomatik tingkat tinggi kedua negara yang berlangsung selama empat hari, 4–7 Januari 2026, sekaligus menandai pemulihan hubungan ekonomi bilateral setelah sempat merenggang.
Penandatanganan kontrak dilakukan di sela Forum Bisnis China–Korea Selatan yang dihadiri sekitar 400 perwakilan dari 161 perusahaan Korea Selatan, termasuk Samsung, SK Group, Hyundai Motor Group, dan LG Group. Forum ini digelar untuk membuka kembali ruang dialog dan kerja sama ekonomi strategis antara Beijing dan Seoul.
Presiden Lee Jae Myung dalam forum tersebut menegaskan perlunya terobosan baru dalam kemitraan ekonomi kedua negara. "Kecerdasan buatan, industri barang konsumsi, dan konten budaya akan menjadi pilar utama kerja sama ke depan, sekaligus fondasi untuk memperluas kolaborasi di sektor manufaktur dan jasa," kata Lee di hadapan pelaku usaha China dan Korea Selatan dikutip dari SCMP, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Serangan AS ke Venezuela, China Dipaksa Hengkang dari Amerika Latin
Delegasi bisnis Korea Selatan dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh industri papan atas, antara lain Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong, Chairman SK Group Chey Tae-won, Chairman Eksekutif Hyundai Motor Group Chung Euisun, serta Chairman LG Group Koo Kwang-mo. Dari pihak China, forum dihadiri perwakilan perusahaan besar seperti Alibaba, Tencent, dan Sinopec.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan menyatakan kontrak ekspor tersebut dihasilkan melalui konsultasi bisnis satu per satu, pemaparan peluang investasi, serta pameran produk konsumen unggulan Korea. Selain kontrak ekspor, kedua negara juga menandatangani 15 perjanjian kerja sama di bidang teknologi, perdagangan, transportasi, dan perlindungan lingkungan dalam pertemuan puncak Presiden Xi Jinping dan Presiden Lee.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Balai Agung Rakyat Beijing pada 5 Januari. Dalam kesempatan itu, Presiden China Xi Jinping menyerukan agar kedua negara “berdiri di sisi sejarah yang benar dan membuat pilihan strategis yang tepat,” dengan menyinggung pengalaman historis bersama dalam menghadapi militerisme Jepang lebih dari delapan dekade lalu.
Baca Juga: Top! Ekonomi Vietnam Meroket 8% di 2025, Tarif Trump Nggak Ngefek
Hubungan Beijing dan Seoul sebelumnya memburuk setelah Korea Selatan mengerahkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) pada 2017. China merespons langkah tersebut dengan sejumlah pembatasan ekonomi, termasuk penghentian wisata kelompok asal China dan pembatasan tidak resmi terhadap konten budaya Korea Selatan.
Kunjungan Lee menjadi yang pertama oleh presiden Korea Selatan ke China dalam enam tahun terakhir dan mencerminkan mencairnya hubungan kedua negara di tengah dinamika geopolitik Asia Timur. Seoul dan Beijing kini berupaya memperkuat kembali kemitraan ekonomi sebagai penopang stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Penandatanganan kontrak dilakukan di sela Forum Bisnis China–Korea Selatan yang dihadiri sekitar 400 perwakilan dari 161 perusahaan Korea Selatan, termasuk Samsung, SK Group, Hyundai Motor Group, dan LG Group. Forum ini digelar untuk membuka kembali ruang dialog dan kerja sama ekonomi strategis antara Beijing dan Seoul.
Presiden Lee Jae Myung dalam forum tersebut menegaskan perlunya terobosan baru dalam kemitraan ekonomi kedua negara. "Kecerdasan buatan, industri barang konsumsi, dan konten budaya akan menjadi pilar utama kerja sama ke depan, sekaligus fondasi untuk memperluas kolaborasi di sektor manufaktur dan jasa," kata Lee di hadapan pelaku usaha China dan Korea Selatan dikutip dari SCMP, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Serangan AS ke Venezuela, China Dipaksa Hengkang dari Amerika Latin
Delegasi bisnis Korea Selatan dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh industri papan atas, antara lain Chairman Samsung Electronics Lee Jae-yong, Chairman SK Group Chey Tae-won, Chairman Eksekutif Hyundai Motor Group Chung Euisun, serta Chairman LG Group Koo Kwang-mo. Dari pihak China, forum dihadiri perwakilan perusahaan besar seperti Alibaba, Tencent, dan Sinopec.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan menyatakan kontrak ekspor tersebut dihasilkan melalui konsultasi bisnis satu per satu, pemaparan peluang investasi, serta pameran produk konsumen unggulan Korea. Selain kontrak ekspor, kedua negara juga menandatangani 15 perjanjian kerja sama di bidang teknologi, perdagangan, transportasi, dan perlindungan lingkungan dalam pertemuan puncak Presiden Xi Jinping dan Presiden Lee.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Balai Agung Rakyat Beijing pada 5 Januari. Dalam kesempatan itu, Presiden China Xi Jinping menyerukan agar kedua negara “berdiri di sisi sejarah yang benar dan membuat pilihan strategis yang tepat,” dengan menyinggung pengalaman historis bersama dalam menghadapi militerisme Jepang lebih dari delapan dekade lalu.
Baca Juga: Top! Ekonomi Vietnam Meroket 8% di 2025, Tarif Trump Nggak Ngefek
Hubungan Beijing dan Seoul sebelumnya memburuk setelah Korea Selatan mengerahkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) pada 2017. China merespons langkah tersebut dengan sejumlah pembatasan ekonomi, termasuk penghentian wisata kelompok asal China dan pembatasan tidak resmi terhadap konten budaya Korea Selatan.
Kunjungan Lee menjadi yang pertama oleh presiden Korea Selatan ke China dalam enam tahun terakhir dan mencerminkan mencairnya hubungan kedua negara di tengah dinamika geopolitik Asia Timur. Seoul dan Beijing kini berupaya memperkuat kembali kemitraan ekonomi sebagai penopang stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan regional.
(nng)
Lihat Juga :