MNC Energy Investments Pastikan Seluruh Operasional Tambang Tak Gunakan Jalan Negara

Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:03 WIB
loading...
MNC Energy Investments...
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (8/1/2026). FOTO/Tangguh Yudha
A A A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menegaskan bahwa seluruh operasional tambang tidak bersinggungan atau melintasi jalan negara. Perseroan menyebut aktivitas angkutan batu bara dari tambang hingga ke pelabuhan menggunakan jalan khusus yang dikembangkan secara mandiri.

Direktur Utama PT MNC Energy Investment Tbk, Suryo Eko Hadianto, mengatakan penggunaan jalan khusus tersebut membuat kegiatan operasional perseroan tidak terdampak oleh regulasi penggunaan jalan umum, termasuk kebijakan yang berlaku di wilayah Sumatera Selatan.

"Secara garis besar saya ingin menyampaikan bahwa seluruh tambang IATA tidak ada yang bersinggungan atau cross-section dengan jalan negara. Semuanya menggunakan fasilitas jalan khusus batubara yang kami develop sendiri. Dari tambang ke pelabuhan," katanya dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2026).

Baca Juga: Kinerja Operasional Solid 2025, MNC Energy Investments Siap Akselerasi Produksi di 2026

Suryo menjelaskan secara rinci kondisi di tambang PT Arthaco Prima Energy (APE). Tambang ini memiliki cadangan batu bara sekitar 222 juta metrik ton (MT) dengan kualitas berkisar 3.100 hingga 3.300 gar. Dari sisi logistik, jarak pengangkutan batu bara dari area tambang ke pelabuhan relatif pendek, yakni sekitar 10 kilometer.

"Ini sangat pendek. Kita bisa lihat mungkin tambang-tambang lain, jarak rata-rata mereka diatas 30 km. Kita diberkahi Tuhan jarak kita berkisar antara 10 km, yang terjauh itu di 16 km," ujarnya.



Menurut Suryo, jalan khusus yang dikembangkan perseroan tidak bersinggungan dengan jalan negara. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah Sumatera Selatan terkait penggunaan jalan umum tidak berdampak terhadap operasional tambang yang dikelola oleh APE, IBPE, maupun PMC. "Semuanya tidak terkendala oleh peraturan tersebut," tegasnya.

Dari sisi infrastruktur pelabuhan, APE saat ini memiliki dua jetty manual dengan kapasitas sekitar 10 ribu ton per hari. Perseroan juga akan segera memulai konstruksi batch loading conveyor dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per hari atau setara 1.500–2.000 ton per jam. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi detail desain dan studi kelayakan.

Selain itu disebut bahwa MNC Energy Investments juga telah bekerja sama dengan kontraktor nasional Kalimantan Prima Persada (KPP) dengan kontrak jangka panjang selama lima tahun. Dalam periode tersebut, produksi tambang APE ditargetkan berada di kisaran 3 hingga 7 juta ton per tahun.

Baca Juga: MNC Energy Investments dan KPP Mining Masuki Fase Produksi dengan 1st Digging Ceremony

Suryo juga mengungkapkan kapasitas pelabuhan APE saat ini mencapai 250 ribu ton per bulan dan akan ditingkatkan hingga 1,2 juta ton per bulan. Dengan kapasitas tersebut, potensi pengapalan APE dapat mencapai sekitar 15 juta ton per tahun. Di sisi lain, MNC Energy menargetkan seluruh wilayah izin usaha pertambangan (IUP) perseroan dapat meraih peringkat Proper Biru pada 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.

"Kita tahu persis bahwa tambang tidak mungkin tidak merubah rona awal, kita pasti merubah rona awal tetapi dengan komitmen dan best practice penambangan yang kita jalankan kami yakin bahwa rona akhir dari tambang itu lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar maupun lingkungan, dan kita komit menjaga lingkungan hidup, baik itu dari air maupun debu maupun limbah B3 kita comply terhadap itu semuanya," pungkas Suryo.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Shuttle Open 2026 Sajikan...
Shuttle Open 2026 Sajikan Duel Para Legenda
Berita Terkini
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved