IHSG Sepekan Sempat Tembus 9.000, Kapitalisasi Pasar Capai Rp16.301 Triliun
Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:11 WIB
loading...
Pasar modal Indonesia mengawali tahun 2026 dengan performa yang sangat impresif. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pasar modal Indonesia mengawali tahun 2026 dengan performa yang sangat impresif. Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 5 hingga 9 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan sejarah baru dengan menyentuh level psikologis 9.000.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa IHSG ditutup menguat 2,16 persen di level 8.936,754 pada akhir pekan ini, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan sebelumnya.
"Pada Rabu (7/1), IHSG ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,813. Kemudian pada Kamis (8/11), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92," tulis Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Peningkatan performa indeks ini dibarengi dengan antusiasme transaksi yang sangat tinggi. Rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini melonjak drastis sebesar 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham.
Baca Juga: Tutup Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ceria ke Level 8.936
Sejalan dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI ikut meroket 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun per hari. Indikator pasar lainnya juga menunjukkan tren positif, seperti frekuensi transaksi meningkat 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi harian. Untuk kapitalisasi pasar tumbuh 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun. Kemudian investor asing mencatatkan net buy (beli bersih) sebesar Rp2,56 triliun pada Jumat (9/1), sehingga total beli bersih asing sepanjang awal tahun 2026 telah mencapai Rp3,1 triliun.
Selain pasar saham, pasar surat utang juga terpantau aktif. Selama sepekan terakhir, terdapat empat emisi baru yang dicatatkan di BEI oleh tiga emiten berbeda, yakni PT Eagle High Plantations Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk dengan total nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah di Level 8.969
Dengan penambahan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2026 kini berjumlah 4 emisi senilai Rp216,97 triliun. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 662 emisi obligasi dan sukuk yang aktif di BEI dengan nilai outstanding mencapai Rp539,79 triliun.
Kinerja gemilang di pekan pertama tahun 2026 ini memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar bahwa momentum penguatan pasar modal domestik masih akan berlanjut, didukung oleh likuiditas yang melimpah dan kepercayaan investor asing yang terus membaik.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa IHSG ditutup menguat 2,16 persen di level 8.936,754 pada akhir pekan ini, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan sebelumnya.
"Pada Rabu (7/1), IHSG ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,813. Kemudian pada Kamis (8/11), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92," tulis Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Peningkatan performa indeks ini dibarengi dengan antusiasme transaksi yang sangat tinggi. Rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini melonjak drastis sebesar 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham.
Baca Juga: Tutup Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ceria ke Level 8.936
Sejalan dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI ikut meroket 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun per hari. Indikator pasar lainnya juga menunjukkan tren positif, seperti frekuensi transaksi meningkat 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi harian. Untuk kapitalisasi pasar tumbuh 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun. Kemudian investor asing mencatatkan net buy (beli bersih) sebesar Rp2,56 triliun pada Jumat (9/1), sehingga total beli bersih asing sepanjang awal tahun 2026 telah mencapai Rp3,1 triliun.
Selain pasar saham, pasar surat utang juga terpantau aktif. Selama sepekan terakhir, terdapat empat emisi baru yang dicatatkan di BEI oleh tiga emiten berbeda, yakni PT Eagle High Plantations Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk dengan total nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah di Level 8.969
Dengan penambahan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2026 kini berjumlah 4 emisi senilai Rp216,97 triliun. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 662 emisi obligasi dan sukuk yang aktif di BEI dengan nilai outstanding mencapai Rp539,79 triliun.
Kinerja gemilang di pekan pertama tahun 2026 ini memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar bahwa momentum penguatan pasar modal domestik masih akan berlanjut, didukung oleh likuiditas yang melimpah dan kepercayaan investor asing yang terus membaik.
(nng)
Lihat Juga :