Gencatan Dagang AS-China, Trump Siap Sambangi Beijing April 2026

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:59 WIB
loading...
Gencatan Dagang AS-China,...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempersiapkan kunjungan ke Beijing pada April 2026. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Gencatan senjata dagang yang rapuh antara Amerika Serikat dan China yang dicapai pada akhir Oktober 2025 masih bertahan memasuki awal 2026. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempersiapkan kunjungan ke Beijing pada April, yang berpotensi menjadi momentum penting bagi arah hubungan ekonomi dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Kerangka kesepakatan yang dicapai Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela KTT APEC di Busan, Korea Selatan, pada Oktober lalu berhasil menahan eskalasi konflik dagang yang berisiko besar bagi perekonomian global. Dalam kesepakatan tersebut, AS sepakat menurunkan tarif atas barang-barang asal China dan menangguhkan pembatasan ekspor baru, sementara China menangguhkan pengendalian ekspor rare earth secara luas serta berkomitmen membeli jutaan ton kedelai dari AS.

"Prioritas jangka pendek Li adalah mempertahankan gencatan senjata dagang bilateral dan menciptakan lingkungan positif untuk kunjungan Trump ke China," kata Neil Thomas dari Asia Society dikutip dari Internazionale, Selasa (13/1/2026).

"Tantangan terbesar tim dagang China adalah meyakinkan pemerintahan Trump untuk melonggarkan lebih banyak pengendalian ekspor AS tanpa memicu reaksi balik yang luar biasa di Washington."

Sosok yang dinilai berperan penting dalam menjaga keberlangsungan kesepakatan tersebut adalah Li Chenggang, Wakil Menteri Perdagangan China, yang diperkirakan akan berada di garis depan negosiasi lanjutan sepanjang tahun ini. Meski sempat disebut “tidak waras” oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelum KTT Oktober karena dinilai melanggar etika diplomatik, sejumlah diplomat dan pelaku usaha menggambarkan Li sebagai figur yang cerdas, pragmatis, dan memiliki wibawa kuat dalam perundingan.

Saat ini, gencatan senjata tarif telah menurunkan bea masuk AS terhadap barang China menjadi sekitar 47 persen, jauh dari puncaknya yang mencapai 145 persen pada fase awal eskalasi perdagangan pada 2025. Di sisi lain, China menangguhkan tarif balasan terhadap produk pertanian AS seperti kedelai, gandum, jagung, dan kapas, serta menunda pemberlakuan pengendalian ekspor rare earth secara luas selama satu tahun.

Baca Juga: Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada awal Desember menyatakan China telah mematuhi ketentuan kesepakatan bilateral tersebut. Ia mencatat Beijing telah memenuhi sekitar sepertiga dari komitmen pembelian kedelai yang disepakati. Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengungkapkan bahwa harga kedelai telah meningkat sekitar 12%-15% sejak kesepakatan diberlakukan.



Bessent juga mengisyaratkan kemungkinan intensitas diplomasi tingkat tinggi yang lebih sering pada 2026. Ia menyebut potensi empat pertemuan antara Trump dan Xi, termasuk kunjungan Trump ke Beijing pada April, kemungkinan pertemuan di KTT APEC di Shenzhen pada November, serta dua kunjungan balasan Xi ke Amerika Serikat. "Jika ada empat pertemuan selama tahun itu, saya pikir itu memberikan stabilitas besar bagi hubungan tersebut," kata Bessent.

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

Meski demikian, para analis menilai prospek jangka panjang hubungan dagang kedua negara masih dibayangi ketidakpastian. Sebuah penilaian dari Foresight menyebutkan bahwa 2026 berpotensi tetap diwarnai volatilitas di sektor perdagangan seiring Gedung Putih terus mendefinisikan ulang prioritas kebijakan ekonominya.

Sejumlah ketentuan utama dalam kesepakatan saat ini bersifat sementara dan dijadwalkan berakhir pada November 2026. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha global masih harus menghadapi ketidakpastian dalam hubungan dagang bilateral AS-China yang bernilai sekitar 660 miliar dolar AS per tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved