Utang Indonesia Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai di 2026
Selasa, 13 Januari 2026 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Akibat defisit tersebut, pemerintah dinilai terpaksa menarik utang baru untuk membayar bunga dari utang lama. Awalil memperkirakan penarikan utang baru secara bruto sepanjang 2025 sebenarnya mencapai Rp1.563 triliun, jauh lebih besar dibandingkan angka pembiayaan neto yang selama ini disampaikan ke publik.
"Jika KP bernilai minus artinya sudah tidak tersedia dana untuk membayar bunga utang. Sebagian atau seluruh bunga utang dibayar dengan penambahan utang baru," tegasnya.
Analisis Bright Institute juga mencatat rasio utang terhadap pendapatan negara per akhir 2025 mencapai 349,96 persen. Angka ini jauh melampaui batas praktik terbaik yang direkomendasikan International Monetary Fund (IMF), yakni di kisaran 90 hingga 150 persen.
Selain itu, rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara pada 2025 diproyeksikan menembus 18,65 persen, jauh di atas standar IMF sebesar 7 hingga 10 persen. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai belanja pembangunan dan program prioritas.
"Jika KP bernilai minus artinya sudah tidak tersedia dana untuk membayar bunga utang. Sebagian atau seluruh bunga utang dibayar dengan penambahan utang baru," tegasnya.
Analisis Bright Institute juga mencatat rasio utang terhadap pendapatan negara per akhir 2025 mencapai 349,96 persen. Angka ini jauh melampaui batas praktik terbaik yang direkomendasikan International Monetary Fund (IMF), yakni di kisaran 90 hingga 150 persen.
Selain itu, rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara pada 2025 diproyeksikan menembus 18,65 persen, jauh di atas standar IMF sebesar 7 hingga 10 persen. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk membiayai belanja pembangunan dan program prioritas.
Lihat Juga :