Diguncang Krisis Iran, Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Bulan

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:53 WIB
loading...
Diguncang Krisis Iran,...
Bendera Iran berkibar di Teheran, Iran, saat api dan asap membumbung dari depot minyak Sharan yang menjadi sasaran serangan Israel pada 15 Juni 2025. FOTO/West Asia News Agency via Reuters.
A A A
JAKARTA - Harga minyak global menguat dalam perdagangan Selasa (13/1/2026), dengan Brent dan WTI mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Iran, yang sedang mengalami demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak Revolusi Islam 1979, sementara prospek kembalinya ekspor minyak Venezuela gagal menahan laju kenaikan harga.



Harga minyak mentah Brent naik 28 sen atau 0,4% menjadi USD64,15 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 28 sen atau 0,5% menjadi US$59,78 per barel, level tertinggi sejak 8 Desember. Dalam sepekan terakhir, Brent telah naik dari kisaran USD59,96 per barel menjadi hampir US$64, menandakan pasar sedang membangun ekspektasi baru terkait risiko pasokan global.

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

Iran, salah satu produsen minyak terbesar di OPEC, menghadapi gelombang protes nasional yang disebut sebagai tantangan terberat bagi pemerintahan ulama sejak 1979. Menurut laporan CNN, lebih dari 500 demonstran telah tewas dan hampir 10.700 orang ditangkap selama tiga minggu protes.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Senin (12/1) tarif 25% bagi negara mana pun yang masih berbisnis dengan Iran, yang berlaku efektif segera. Trump juga dijadwalkan bertemu dengan penasihat seniornya pada Selasa untuk membahas berbagai opsi kebijakan terkait Iran, termasuk kemungkinan tindakan militer.

Menurut analisis Barclays, kerusuhan di Iran telah menyumbang premi risiko geopolitik sekitar US$3-4 per barel pada harga minyak. Iran memproduksi sekitar 3,3 juta barel per hari, dan setiap gangguan dapat berdampak signifikan terhadap pasokan global.

Venezuela Siap Kembali ke Pasar

Sementara itu, pasar juga mencermati potensi tambahan pasokan dari Venezuela. Setelah tergulingnya Presiden Nicolas Maduro, Trump menyatakan bahwa pemerintah di Caracas siap menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada AS. Perusahaan komoditas multinasional Trafigura menyatakan kapal pertamanya diperkirakan mulai memuat minyak pada pekan depan setelah pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (9/1).

Baca Juga: Kerusuhan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Pasokan Global Terancam

Goldman Sachs memperkirakan harga minyak berpotensi melemah tahun ini seiring bertambahnya pasokan baru yang dapat menciptakan surplus pasar, meskipun risiko geopolitik dari Rusia, Venezuela, dan Iran masih diharapkan memicu volatilitas.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Rusia melancarkan serangan ke dua kota terbesar Ukraina pada Selasa dini hari, menewaskan satu orang di Kharkiv. Sementara itu, pemerintahan Trump kembali melancarkan kritik terhadap Federal Reserve, menambah kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS dan ketidakpastian prospek ekonomi serta permintaan minyak ke depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Rekomendasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Infografis
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Harga Emas dan Minyak Dunia Meroket
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved