Trump Ancam Tarif 25% ke Negara Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras
Rabu, 14 Januari 2026 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan Trump itu diumumkan sebagai respons atas gelombang protes di Iran yang berujung pada tindakan keras pemerintah. Menurut laporan Human Rights Activists in Iran yang dikutip Associated Press, sedikitnya 2.000 orang tewas dalam penumpasan unjuk rasa tersebut.
Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang menyasar entitas tertentu, ancaman tarif 25% kali ini berlaku secara nasional. Kebijakan tersebut berpotensi menjerat sejumlah mitra dagang utama Iran, termasuk China, India, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Korea Selatan.
Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
China, sebagai mitra dagang terbesar Iran yang menyerap sekitar 77% ekspor minyak negara itu pada 2024, berada di garis terdepan dampak ancaman ini. Eskalasi kebijakan AS berpotensi memicu ketegangan dagang global baru di luar konflik AS-Iran.
Peringatan keras dari Beijing menandai ketegangan baru dalam hubungan dagang AS-China. Langkah Trump dinilai dapat memperuncing situasi, sementara China menegaskan komitmen untuk membela kepentingan ekonominya dari kebijakan yang dianggap sepihak dan merusak.
Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang menyasar entitas tertentu, ancaman tarif 25% kali ini berlaku secara nasional. Kebijakan tersebut berpotensi menjerat sejumlah mitra dagang utama Iran, termasuk China, India, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Korea Selatan.
Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
China, sebagai mitra dagang terbesar Iran yang menyerap sekitar 77% ekspor minyak negara itu pada 2024, berada di garis terdepan dampak ancaman ini. Eskalasi kebijakan AS berpotensi memicu ketegangan dagang global baru di luar konflik AS-Iran.
Peringatan keras dari Beijing menandai ketegangan baru dalam hubungan dagang AS-China. Langkah Trump dinilai dapat memperuncing situasi, sementara China menegaskan komitmen untuk membela kepentingan ekonominya dari kebijakan yang dianggap sepihak dan merusak.
(nng)
Lihat Juga :