PGE Resmi Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Kapasitas 55 MW

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:21 WIB
loading...
PGE Resmi Eksekusi Proyek...
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan upaya mengoptimalkan potensi panas bumi nasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan upaya mengoptimalkan potensi panas bumi nasional. Melalui kick-off meeting pada Senin (12/1) lalu, proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), resmi dieksekusi.

Proyek yang berlokasi di WKP Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commissioning operation date/COD) pada 2030. Pertemuan ini menjadi titik awal pengembangan proyek melalui penguatan koordinasi yang melibatkan berbagai fungsi terkait di PGE.
Terkait dengan itu, PGE juga membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan eksternal, mulai dari pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, hingga instansi pemerintah terkait. Kolaborasi lintas disiplin dan fungsi ini diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan selaras untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

"Kick Off Meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko," ungkap Direktur Operasi PGE Ahmad Yani melalui keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Inisiatif Keberlanjutan PGE Dukung Kelompok Usaha Perhutanan Sosial

Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034. Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah. Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas.

"Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat," kata Ahmad Yani.



Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak bulan Juni 2025 lalu. Capaian tersebut memperkuat langkah PGE dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033. Seiring dengan arah pengembangan tersebut, ujar dia, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.

Baca Juga: PGE Area Ulubelu Jadi Model Pengelolaan Panas Bumi Berbasis WEF Nexus

Selain berkontribusi terhadap pasokan listrik, industri panas bumi juga memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sepanjang 2010-2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp21,43 triliun, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019-2024.

Kontribusi ini, tegas Ahmad, tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efek berganda. Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di 6 wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Energi Panas...
Kembangkan Energi Panas Bumi Bersama Geo Dipa, BNI Biayai Proyek PLTP 500 MW
Indonesia Bisa Salip...
Indonesia Bisa Salip AS Soal Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi
Kolaborasi Jadi Kunci...
Kolaborasi Jadi Kunci Capai Target Kapasitas PLTP 10,5 GW di 2035
PLN IP-PGE Kolaborasi...
PLN IP-PGE Kolaborasi Kembangkan Panas Bumi di PLTP Ulubelu dan Lahendong
Bahlil Ramal Investasi...
Bahlil Ramal Investasi Panas Bumi Tembus Rp133 Triliun di 2024
Indonesia Butuh Rp217,8...
Indonesia Butuh Rp217,8 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas Listrik Bersih Jadi 8,2 GW
Pengeboran Sumur Ketiga...
Pengeboran Sumur Ketiga PLTP Dieng 2 Dimulai, Warga Gelar Doa Bersama
Kondisi Terkini Kebocoran...
Kondisi Terkini Kebocoran Gas PLTP Dieng, Geo Dipa: 4 Korban sudah Kembali ke Rumah
Data Lengkap 9 Korban...
Data Lengkap 9 Korban Kebocoran Gas PLTP Geo Dipa Dieng
Rekomendasi
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Grand Prix Ceko 2026, Tayang Live di VISION+
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved