Investasi 2025 Tembus Rp1.931 T Belum Selaras dengan Keamanan dan Kesejahteraan Pekerja

Jum'at, 16 Januari 2026 - 16:58 WIB
loading...
Investasi 2025 Tembus...
Asosiasi serikat pekerja menilai lonjakan investasi menembus angka Rp1.931 triliun belum berbanding lurus dengan hak-hak para pekerja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 menembus angka Rp1.931 triliun. Meski menjadi capaian positif bagi perekonomian nasional, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai lonjakan investasi tersebut belum berbanding lurus dengan hak-hak para pekerja.

Ketua ASPIRASI, Mirah Sumirat mengungkap, peningkatan investasi memang memberikan sinyal baik, terutama dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun besarnya nilai investasi tersebut belum berdampak pada perlindungan dan kesejahteraan buruh.

Baca Juga: Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Capai Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

"Angka besar investasi belum otomatis berbanding lurus dengan jaminan keamanan dan kesejahteraan pekerja," kata Mirah saat dihubungi MNC Portal Indonesia pada Jumat (16/1/2026).



Ia menyoroti masih maraknya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor, meskipun investasi terus meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan belum berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja.

"Faktanya di saat investasi terus meningkat, bayang-bayang PHK massal masih menghantui buruh di berbagai sektor. Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja," lanjutnya.

Baca Juga: 70% Modal Asing, Proyek Hilirisasi Sepanjang 2025 Tarik Investasi Rp581 Triliun

Mirah menegaskan bahwa investasi seharusnya tidak hanya diukur dari besaran nilai rupiah, tetapi juga dari kemampuannya menyerap tenaga kerja, menjaga keberlanjutan usaha, mematuhi norma ketenagakerjaan, serta melindungi hak-hak buruh.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan memastikan investasi yang masuk bersifat ramah pekerja. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan peningkatan investasi justru berjalan beriringan dengan PHK massal.

"Bagi kami, investasi yang ideal adalah investasi yang menumbuhkan ekonomi sekaligus menjamin rasa aman bagi pekerja dan keluarganya, bukan sebaliknya," tutup Mirah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Rekomendasi
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Berita Terkini
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen Tata Kelola Guna Jaga Kepercayaan Nasabah
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved