Industri Tambang Didorong Bertransformasi lewat Kolaborasi dan Inovasi
Jum'at, 16 Januari 2026 - 21:28 WIB
loading...
Rangkaian MineXcellence 2025 ditutup dengan Malam Penganugerahan yang digelar di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Isu keberlanjutan di sektor pertambangan menjadi perhatian publik seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang lebih bertanggung jawab. Pertambangan kini tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas ekstraksi sumber daya, melainkan sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan, masyarakat sekitar, serta arah transisi energi nasional.
Inovasi, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang industri tambang di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan sekaligus menjaga daya saing industri di tengah dinamika global.
"Yang paling menonjol menurut saya adalah sisi inovatifnya. Hampir semua peserta tampil dengan ide-ide yang tidak hanya teknis, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan masa depan industri. Itu yang menurut saya penting," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA–API) periode 2024–2025, Hendra Sinadia, yang juga menjadi juri MineXcellence 2025 dalam pernyataannya, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Bahlil Bakal Jatuhi Denda Rp6,5 Miliar Bagi Pelanggar Penambangan di Kawasan Hutan
Upaya mendorong transformasi tersebut tercermin dalam rangkaian kegiatan MineXcellence 2025, sebuah program kolaboratif yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan akademisi. Kegiatan ini diawali dengan Forum Eksklusif MineXcellence pada 9 Juli 2025 di Jakarta yang membahas pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi masa depan.
MineXcellence merupakan prakarsa Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia yang didukung Shell Indonesia serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini dirancang untuk mendorong sektor pertambangan agar lebih adaptif terhadap tantangan sosial, lingkungan, dan agenda transisi energi nasional.
Setelah melalui proses seleksi proposal, verifikasi, dan presentasi di hadapan dewan juri independen, tujuh perusahaan mempresentasikan delapan inisiatif unggulan dalam empat kategori utama. Inisiatif tersebut mencakup inovasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, pemberdayaan komunitas lokal, transformasi energi terbarukan dan dekarbonisasi, serta efisiensi operasional dan manajemen sumber daya.
Baca Juga: Tata Kelola Tambang Diperbaiki, Galian Tambang Harus Direboisasi Kembali
Dewan juri yang menilai inisiatif tersebut berasal dari berbagai latar belakang, yakni perwakilan Kementerian ESDM, akademisi, asosiasi industri, dan organisasi profesi pertambangan. Penilaian difokuskan pada kekuatan inovasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial serta keberlanjutan industri secara menyeluruh.
Rangkaian MineXcellence 2025 ditutup dengan Malam Penganugerahan yang digelar di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026), yang memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan atas inisiatif terbaik mereka dalam mendorong praktik pertambangan yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan.
Inovasi, efisiensi, dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang industri tambang di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan sekaligus menjaga daya saing industri di tengah dinamika global.
"Yang paling menonjol menurut saya adalah sisi inovatifnya. Hampir semua peserta tampil dengan ide-ide yang tidak hanya teknis, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan masa depan industri. Itu yang menurut saya penting," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA–API) periode 2024–2025, Hendra Sinadia, yang juga menjadi juri MineXcellence 2025 dalam pernyataannya, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Bahlil Bakal Jatuhi Denda Rp6,5 Miliar Bagi Pelanggar Penambangan di Kawasan Hutan
Upaya mendorong transformasi tersebut tercermin dalam rangkaian kegiatan MineXcellence 2025, sebuah program kolaboratif yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan akademisi. Kegiatan ini diawali dengan Forum Eksklusif MineXcellence pada 9 Juli 2025 di Jakarta yang membahas pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi masa depan.
MineXcellence merupakan prakarsa Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia yang didukung Shell Indonesia serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini dirancang untuk mendorong sektor pertambangan agar lebih adaptif terhadap tantangan sosial, lingkungan, dan agenda transisi energi nasional.
Setelah melalui proses seleksi proposal, verifikasi, dan presentasi di hadapan dewan juri independen, tujuh perusahaan mempresentasikan delapan inisiatif unggulan dalam empat kategori utama. Inisiatif tersebut mencakup inovasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, pemberdayaan komunitas lokal, transformasi energi terbarukan dan dekarbonisasi, serta efisiensi operasional dan manajemen sumber daya.
Baca Juga: Tata Kelola Tambang Diperbaiki, Galian Tambang Harus Direboisasi Kembali
Dewan juri yang menilai inisiatif tersebut berasal dari berbagai latar belakang, yakni perwakilan Kementerian ESDM, akademisi, asosiasi industri, dan organisasi profesi pertambangan. Penilaian difokuskan pada kekuatan inovasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial serta keberlanjutan industri secara menyeluruh.
Rangkaian MineXcellence 2025 ditutup dengan Malam Penganugerahan yang digelar di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026), yang memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan atas inisiatif terbaik mereka dalam mendorong praktik pertambangan yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :