Menjaga Momentum Pertumbuhan EV di Tengah Pencabutan Insentif Mobil Listrik
Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik secara wholesales mencapai 103.931 unit, melonjak sekitar 141% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan hampir 13% pangsa pasar otomotif nasional, menandakan adopsi EV kian diterima masyarakat.
Abra menegaskan, pengembangan EV tidak semata soal penjualan, tetapi juga mencakup penguatan industri otomotif, hilirisasi nikel dan baterai, perluasan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta keandalan pasokan listrik. Baca Juga: Awas! Pencabutan Insentif Mobil Listrik Bisa Patahkan Kepercayaan Pasar
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan berisiko memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi itu dapat berdampak langsung pada kenaikan harga BBM domestik dan pembengkakan subsidi energi.
“Dalam situasi global yang tidak menentu, Indonesia perlu langkah antisipatif untuk melindungi APBN. Mendorong kendaraan listrik menjadi salah satu instrumen strategis,” katanya.
INDEF pun mendorong pemerintah mempertimbangkan kembali insentif fiskal, seperti PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) bagi kendaraan listrik dan komponen terkait, khususnya yang memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Insentif EV tidak hanya mendorong permintaan, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, percepatan investasi, serta pengurangan beban subsidi energi.
Abra menegaskan, pengembangan EV tidak semata soal penjualan, tetapi juga mencakup penguatan industri otomotif, hilirisasi nikel dan baterai, perluasan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta keandalan pasokan listrik. Baca Juga: Awas! Pencabutan Insentif Mobil Listrik Bisa Patahkan Kepercayaan Pasar
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan berisiko memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi itu dapat berdampak langsung pada kenaikan harga BBM domestik dan pembengkakan subsidi energi.
“Dalam situasi global yang tidak menentu, Indonesia perlu langkah antisipatif untuk melindungi APBN. Mendorong kendaraan listrik menjadi salah satu instrumen strategis,” katanya.
INDEF pun mendorong pemerintah mempertimbangkan kembali insentif fiskal, seperti PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) bagi kendaraan listrik dan komponen terkait, khususnya yang memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Insentif EV tidak hanya mendorong permintaan, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, percepatan investasi, serta pengurangan beban subsidi energi.
(akr)
Lihat Juga :