Hadapi Tantangan Logistik Global, IPC TPK Perkuat Operasional dan Layanan di 2026
Selasa, 20 Januari 2026 - 19:01 WIB
loading...
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menetapkan tema perusahaan tahun 2026 Operational dan Service Excellence. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menetapkan tema perusahaan tahun 2026 "Operational dan Service Excellence" sebagai langkah awal pelaksanaan Roadmap IPC TPK dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.
Direktur Utama IPC Terminal Petikemas Guna Mulyana menjelaskan penetapan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas logistik, memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Roadmap IPC TPK 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan, yaitu Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement dan Development," kata Guna dalam keterangan pers, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Tingkatkan Kolaborasi, IPC TPK Kembali Layani Adhoc Service
Menurut dia ketiga tahapan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan akan layanan terminal petikemas yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing di tengah dinamika industri logistik global. Implementasi program itu kemudian mengarahkan memastikan proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sehingga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pe laku logistik, dan mitra usaha.
"Dalam mendukung penguatan tersebut, IPC TPK menjalankan program standardisasi, sistemisasi dan integrasi operasi terminal secara berkelanjutan, serta mempercepat digitalisasi layanan yang telah dimulai pada tahun sebelumnya guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan," tambahnya.
Termasuk meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi d igital yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.
"Program tersebut antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan pelayanan di terminal, implementasi alat
pemindai peti kemas guna memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan dua sistem unggulan, yaitu PARAMA dan PRAYA," jelasnya.
Kedua sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data. Selain penguatan operasional, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat perannya sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah, IPC TPK mulai menginisiasi perencanaan konsep hub & spoke pada terminal - terminal yang dikelola.
Baca Juga: Rekor Tertinggi, IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
Konsep ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antar terminal, mengoptimalkan kapasitas, serta mendukung terciptanya biaya layanan yang lebih kompetitif. Implementasi konsep tersebut akan dilakukan secara bertah ap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan volume layanan. Melalui roadmap tema tahun 2026 yang disusun, Guna memastikan perusahaan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional," ujarnya.
Sebagai gambaran kesiapan layanan, pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 IPC TPK tetap melayani 7 kapal yang menandai layanan terakhir tahun 2025 dan 7 layanan pertama tahun 2026 di berbagai wilayah operasi. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen IPC
Direktur Utama IPC Terminal Petikemas Guna Mulyana menjelaskan penetapan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas logistik, memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Roadmap IPC TPK 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan, yaitu Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement dan Development," kata Guna dalam keterangan pers, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Tingkatkan Kolaborasi, IPC TPK Kembali Layani Adhoc Service
Menurut dia ketiga tahapan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan akan layanan terminal petikemas yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing di tengah dinamika industri logistik global. Implementasi program itu kemudian mengarahkan memastikan proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sehingga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pe laku logistik, dan mitra usaha.
"Dalam mendukung penguatan tersebut, IPC TPK menjalankan program standardisasi, sistemisasi dan integrasi operasi terminal secara berkelanjutan, serta mempercepat digitalisasi layanan yang telah dimulai pada tahun sebelumnya guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan," tambahnya.
Termasuk meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi d igital yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.
"Program tersebut antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan pelayanan di terminal, implementasi alat
pemindai peti kemas guna memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan dua sistem unggulan, yaitu PARAMA dan PRAYA," jelasnya.
Kedua sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data. Selain penguatan operasional, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat perannya sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah, IPC TPK mulai menginisiasi perencanaan konsep hub & spoke pada terminal - terminal yang dikelola.
Baca Juga: Rekor Tertinggi, IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
Konsep ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antar terminal, mengoptimalkan kapasitas, serta mendukung terciptanya biaya layanan yang lebih kompetitif. Implementasi konsep tersebut akan dilakukan secara bertah ap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan volume layanan. Melalui roadmap tema tahun 2026 yang disusun, Guna memastikan perusahaan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional," ujarnya.
Sebagai gambaran kesiapan layanan, pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 IPC TPK tetap melayani 7 kapal yang menandai layanan terakhir tahun 2025 dan 7 layanan pertama tahun 2026 di berbagai wilayah operasi. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen IPC
(nng)
Lihat Juga :