Navigasi BRICS di Bawah India: Bangun Benteng Ekonomi Melawan Proteksionisme AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:03 WIB
loading...
Navigasi BRICS di Bawah...
Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan pidato pada KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Agustus 2023. FOTO/Reuters
A A A
NEW DELHI - Presidensi BRICS India yang resmi dimulai pada 1 Januari 2026 menjadi momentum krusial bagi New Delhi dalam mengarahkan blok ini menuju kemandirian ekonomi global. Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung untuk mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat, di tengah bayang-bayang kebijakan "America First" yang kembali menguat. Di bawah kepemimpinan India, BRICS kini memfokuskan agenda pada penguatan kerja sama internal guna menghadapi ancaman tarif hingga 100 persen yang dilontarkan pemerintahan Donald Trump terhadap negara-negara anggota.

Ketegangan meningkat setelah administrasi Trump mengidentifikasi BRICS sebagai "serangan terhadap dolar AS," sebuah pernyataan yang menandai tingkat permusuhan baru terhadap blok tersebut. Menanggapi situasi ini, negara-negara anggota mulai mengeksplorasi respons terkoordinasi, termasuk optimalisasi perdagangan menggunakan mata uang lokal dan konfigurasi ulang rantai pasok global. Upaya penurunan hambatan perdagangan internal menjadi prioritas utama untuk menciptakan perisai ekonomi bagi negara-negara anggota dari kebijakan proteksionis Washington yang kian agresif.

Dr. Raj Kumar Sharma, Senior Fellow di NatStrat, menilai posisi India tetap berada pada jalur diplomasi konstruktif namun tegas dalam menuntut perubahan sistemik. "India akan terus berupaya mereformasi lembaga tata kelola global daripada menolaknya, sebagaimana kasus kepemimpinan AS saat ini," ujar dia dikutip dari Watcher Guru, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Macron Ingin G7 Bangun Jembatan dengan BRICS

Dia menekankan pentingnya reformasi inklusif dalam struktur ekonomi dunia yang selama ini didominasi Barat. Pendekatan India dalam presidensi kali ini mengusung tema "Membangun Ketahanan dan Inovasi untuk Kerja Sama dan Keberlanjutan."

Visi ini merupakan kelanjutan dari kepemimpinan sukses India di G20 pada 2023, yang secara konsisten menyuarakan kepentingan Global Selatan. Fokus utamanya kini mencakup keadilan iklim, keringanan utang, dan transisi energi yang adil, yang lebih mengedepankan aksi pembangunan nyata dibandingkan sekadar penetapan target emisi yang sering kali memberatkan negara berkembang.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Siap Pelihatkan Pabriknya...
Siap Pelihatkan Pabriknya di China, QJMotor Hadir di PRJ 2026
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Berita Terkini
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved