Navigasi BRICS di Bawah India: Bangun Benteng Ekonomi Melawan Proteksionisme AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:03 WIB
loading...
A A A
Kontradiksi agenda internasional semakin terlihat jelas seiring dengan Presidensi G20 Amerika Serikat pada 2026 yang cenderung meminggirkan isu-isu keberlanjutan dan ketidaksetaraan. Di saat Washington semakin tertutup dengan kebijakan tarif sebagai instrumen diplomatik, BRICS justru memperkuat struktur alternatif yang bertujuan mengurangi kerentanan terhadap kebijakan unilateral. Benturan antara paradigma pembangunan India dan proteksionisme Amerika Serikat ini diprediksi akan membentuk lanskap ekonomi global sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: 20 Tahun BRICS Terbentuk, India Bakal Memperkuat Pengaruhnya

Sejak perluasan keanggotaan pada 2023 yang mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, Uni Emirat Arab, hingga Indonesia, BRICS kini bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang lebih besar. Meskipun perluasan ini sempat memicu keraguan terkait kesatuan esensinya, tekanan eksternal dari kebijakan America First Policy Institute, yang mengeklaim 91 persen kebijakan federal AS telah berjalan justru mempercepat konsolidasi di internal BRICS untuk mencari jalur perdagangan yang lebih mandiri dan setara.

Tugas berat kini menanti India untuk membuktikan bahwa kepemimpinannya mampu membangun konsensus di tengah dinamika kekuatan besar dunia. Keberhasilan presidensi ini akan diukur dari sejauh mana New Delhi dapat mengembangkan paradigma perdagangan yang membuat negara-negara Global Selatan tidak lagi rentan terhadap tekanan ekonomi satu pihak. Bulan-bulan mendatang akan menjadi ujian krusial bagi diplomasi India dalam menyeimbangkan kemitraan strategisnya sambil tetap teguh mengawal agenda kesejahteraan kolektif BRICS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Film Bapak Paling Jujur,...
Film Bapak Paling Jujur, Drama Komedi yang Bikin Andovi da Lopez Tak Bisa Bohong
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Berita Terkini
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliaran
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved