Pesan Purbaya Buat Pejabat DJP: Atasan Harus Bertanggung Jawab jika Anak Buah Ngaco
Kamis, 22 Januari 2026 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Menkeu juga menyoroti adanya hambatan internal berupa isu "backing" atau pelindung bagi oknum-oknum bermasalah yang membuat jajaran di bawahnya segan untuk bertindak. Purbaya mengaku telah mendengar isu tersebut secara samar-samar dan meminta jajarannya untuk berani melapor langsung kepadanya.
"Itu yang saya heran. Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada backingnya. Siapa backing-nya? Diam. Jadi saya agak bingung, itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada kasih tahu saya. Kita beresin," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa upaya "bersih-bersih" ini didukung penuh oleh Kepala Negara demi mengamankan target pendapatan negara dan stabilitas fiskal tahun 2026. Baca Juga: Ngemplang Pajak Triliunan, Purbaya Siap Gerebek Perusahaan Baja Asal China
"Kita dibacking 100 persen oleh Presiden untuk mengamankan pendapatan dan fiskal. Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu saya bisa bilang pendapatan pajak nggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini saya nggak bisa, kita beresin betul,” jelasnya.
Purbaya memastikan, bahwa tindakan tegas yang diambil akan dilakukan secara terukur dan strategis. Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti tren yang "melemah sebelum patah", sehingga diperlukan intervensi cepat sebelum sistem benar-benar rusak.
"Kita akan tindak tegas secara berimbang dalam pengertian nggak asal ganti-ganti aja tanpa strategi yang jelas. Kalau Anda lihat kan, melemah sebelum patah itu menunjuk melemah terus-terusan," pungkasnya.
"Itu yang saya heran. Kalau saya tanya bawahan, kenapa nggak gerak? Ada backingnya. Siapa backing-nya? Diam. Jadi saya agak bingung, itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada kasih tahu saya. Kita beresin," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa upaya "bersih-bersih" ini didukung penuh oleh Kepala Negara demi mengamankan target pendapatan negara dan stabilitas fiskal tahun 2026. Baca Juga: Ngemplang Pajak Triliunan, Purbaya Siap Gerebek Perusahaan Baja Asal China
"Kita dibacking 100 persen oleh Presiden untuk mengamankan pendapatan dan fiskal. Jadi ini bukan main-main. Kalau tahun lalu saya bisa bilang pendapatan pajak nggak tercapai karena saya masih baru. Tahun ini saya nggak bisa, kita beresin betul,” jelasnya.
Purbaya memastikan, bahwa tindakan tegas yang diambil akan dilakukan secara terukur dan strategis. Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti tren yang "melemah sebelum patah", sehingga diperlukan intervensi cepat sebelum sistem benar-benar rusak.
"Kita akan tindak tegas secara berimbang dalam pengertian nggak asal ganti-ganti aja tanpa strategi yang jelas. Kalau Anda lihat kan, melemah sebelum patah itu menunjuk melemah terus-terusan," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :