Peta Dagang Dunia Mulai Retak, Eropa Tinggalkan AS Berpaling ke China

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:55 WIB
loading...
Peta Dagang Dunia Mulai...
Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss mengukuhkan sebuah pergeseran besar dalam geopolitik ekonomi global. FOTO/Reuters
A A A
DAVOS - Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos mengukuhkan sebuah pergeseran besar dalam geopolitik ekonomi global. Panggung ini mempertontonkan kontras tajam antara proteksionisme Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dan ajakan multilateralisme dari China, yang secara nyata mulai mengubah pola aliansi dagang dunia, dengan Eropa semakin menunjukkan keinginan untuk menjauh dari Washington.

Dalam pidato yang penuh keyakinan pada Rabu, Trump dengan keras membela kebijakan tarifnya sebagai pencetus "keajaiban ekonomi" AS. Ia menyatakan kebijakan itu berhasil memotong defisit perdagangan bulanan AS hingga 77% dalam setahun.

"Hampir semua yang disebut para pakar memprediksi rencana saya untuk mengakhiri model gagal ini akan memicu resesi global dan inflasi tak terkendali. Namun kami telah membuktikan mereka keliru," tegas Trump dikutip dari The Straits Times, Sabtu (24/1/2026).

Ia tak segan menyasar sekutu tradisionalnya, "di sejumlah tempat di Eropa, sejujurnya, kondisinya bahkan sudah tidak dapat dikenali lagi."

Kritik tajam terhadap pendekatan AS justru datang dari sekutu lama Washington. Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyebut kenaikan tarif AS sebagai sesuatu yang secara mendasar tidak dapat diterima dan memperingatkan Eropa agar tidak tunduk pada tekanan. Sinyal pergeseran yang lebih konkret datang dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang mengumumkan kemitraan strategis baru dengan China sambil menyindir intimidasi ekonomi yang dilakukan Washington.

Baca Juga: Rusia dan China Bersatu Lawan Upaya Barat Memiliterisasi Asia-Pasifik

Sebelumnya, China telah mengambil peran sebagai penyeimbang. Wakil Perdana Menteri He Lifeng, tanpa menyebut nama Trump, menyerukan prinsip kesetaraan. "Aturan harus berlaku sama bagi semua pihak dunia tidak boleh kembali ke hukum rimba, di mana yang kuat menindas yang lemah," ujarnya. Ia menegaskan "China berkomitmen membangun jembatan, bukan tembok," dan bahwa "perang tarif dan perang dagang tidak menghasilkan pemenang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Rekomendasi
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved