Produksi Batu Bara Dipangkas, Setoran ke Negara Terancam?

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:00 WIB
loading...
Produksi Batu Bara Dipangkas,...
Kementerian ESDM memastikan pemangkasan produksi batubara dan nikel pada tahun 2026 tidak memperngaruhi penerimaan negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan pemangkasan produksi batubara dan nikel pada tahun 2026 tidak pengaruhi faktor penerimaan negara.

Kementerian ESDM sendiri menetapkan kuota produksi batu bara nasional pada tahun 2026 sekitar 600 juta ton. Sementara untuk komoditas nikel produksinya hanya terbatas diangka 250-260 juta ton pada tahun ini..

"Memang logikanya kalau pemangkasan produksi, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) tidak tercapai. Tetapi ada beberapa hal yang bisa kita optimalkan terkait harga yang akan naik dari komoditas tersebut," ujarnya saat ditemui di Kawasan Senayan, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: ESDM: 300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB Produksi 2026

Menurutnya dengan pemangkasan produksi nikel dan batubara, akan mengatasi permasalahan over supply global kedua komoditas tersebut. Kondisi inilah yang diyakini membuat harga batu bara dan nikel tertekan beberapa waktu belakangan.

"Kita optimalisasi penerimaan melalui, seperti biasa, pemeriksaan dari aplikasi PNBP, dan yang sudah kita lakukan. Kemudian ada beberapa pengawasan yang akan kita lakukan, termasuk diantaranya, kita akan ada beberapa kebijakan lain nanti," tambahnya.

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai komoditas tambang dunia, mulai dari batubara, nikel, tembaga hingga timah. Namun demikian, besarnya produksi nasional tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan Indonesia dalam mengendalikan harga komoditas global.



Untuk batubara, Asia menyumbang sekitar 74% dari total produksi dan konsumsi dunia. Sementara Eropa dan Amerika tidak lagi menjadi pasar dengan pertumbuhan signifikan. Dari total perdagangan batubara dunia yang mencapai sekitar 1,5 miliar ton, Indonesia menyumbang lebih dari 500 juta ton, atau di atas 30% bahkan mendekati 40% pangsa perdagangan global.

"Batubara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Dari 1,3 miliar ton, Indonesia mensuplai 514 juta ton atau sekitar kurang lebih sekitar 43%. Akibatnya apa? supply dan demand itu tidak terjaga yang pada akhirnya membuat harga batubara turun," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 113 Warga Terdampak Longsor Cisarua Bandung Barat

Posisi Indonesia jauh lebih kuat di sektor nikel. Dari total kebutuhan nikel dunia sekitar 3,2–3,4 juta ton per tahun, produksi Indonesia mencapai 2,2 juta ton atau sekitar 65% dari pasokan global. Dengan porsi sebesar itu, Indonesia menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dan baja tahan karat dunia.

"Produksi (batubara) akan kita turunkan supaya harga bagus dan tambang ini kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daerah alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita harus jaga aspek-aspek keadilan juga kita harus jaga," tambah Bahlil.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
Pakai AI, Purbaya Beberkan...
Pakai AI, Purbaya Beberkan Modus Under Invoicing Ekspor CPO dan Batu Bara
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat Tambang di Kawasan Hutan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved