Meski RKAB 2026 Dipangkas, Harga Batu Bara Diprediksi Lanjutkan Tren Penurunan
Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Andry menilai fokus pada pemanfaatan dalam negeri menjadi strategi penting karena permintaan global yang belum stabil. "Momentum tekanan harga ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pasar domestik dan hilirisasi batubara," tambahnya.
Baca Juga: Produksi Batu Bara Dipangkas, Setoran ke Negara Terancam?
Selain batubara, INDEF mencatat bahwa permintaan global terhadap mineral kritis seperti nikel relatif lebih kuat, seiring percepatan transisi energi hijau dan kebutuhan teknologi bersih. Berbeda dengan batubara, harga nikel dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan, yang mencerminkan diferensiasi pasar antar komoditas mineral.
Andry menekankan bahwa pengembangan hilirisasi mineral tersebut sekaligus dapat mendukung perekonomian nasional dan menciptakan produk ramah lingkungan. Sebelumnya, Kementerian ESDM pada tahun 2026 resmi memangkas produksi batu bara dalam negeri. Semula 790 juta ton produksi nasional tahun 2025, dipangkas menjadi 600 juta ton untuk tahun 2026.
Baca Juga: Produksi Batu Bara Dipangkas, Setoran ke Negara Terancam?
Selain batubara, INDEF mencatat bahwa permintaan global terhadap mineral kritis seperti nikel relatif lebih kuat, seiring percepatan transisi energi hijau dan kebutuhan teknologi bersih. Berbeda dengan batubara, harga nikel dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan, yang mencerminkan diferensiasi pasar antar komoditas mineral.
Andry menekankan bahwa pengembangan hilirisasi mineral tersebut sekaligus dapat mendukung perekonomian nasional dan menciptakan produk ramah lingkungan. Sebelumnya, Kementerian ESDM pada tahun 2026 resmi memangkas produksi batu bara dalam negeri. Semula 790 juta ton produksi nasional tahun 2025, dipangkas menjadi 600 juta ton untuk tahun 2026.
(nng)
Lihat Juga :