IMF Ramal Ekonomi RI Mentok 5,1%, Ekonom: Penerimaan Seret, Pengeluaran Jor-joran
Minggu, 25 Januari 2026 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Merujuk Undang-undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 yang diteken Presiden Prabowo Subianto sejak 22 Oktober 2025, tampak jatah anggaran dalam bentuk belanja pemerintah pusat senilai Rp3.149,47 triliun.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 10 K/L yang mendapatkan anggaran paling banyak dalam APBN 2026. Satu di antaranya porsi APBN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya khawatir tahun 2026, 'bensin' pemerintah habis karena penerimaan yang seret, namun pengeluaran jor-joran," kata Huda.
Kondisi fiskal Indonesia yang tercermin dari rincian APBN juga diwarnai rencana tarik utang baru sebesar Rp832,20 triliun demi membiayai target defisit APBN 2026 yang sebesar Rp689,14 triliun.
"Kekhawatiran saya selanjutnya soal defisit fiskal yang melebar bisa membuat ruang fiskal semakin sempit. Hutang bertumpuk dan harus berhutang dahulu sebelum membayar bunga utang," ujar Huda.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 10 K/L yang mendapatkan anggaran paling banyak dalam APBN 2026. Satu di antaranya porsi APBN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya khawatir tahun 2026, 'bensin' pemerintah habis karena penerimaan yang seret, namun pengeluaran jor-joran," kata Huda.
Kondisi fiskal Indonesia yang tercermin dari rincian APBN juga diwarnai rencana tarik utang baru sebesar Rp832,20 triliun demi membiayai target defisit APBN 2026 yang sebesar Rp689,14 triliun.
"Kekhawatiran saya selanjutnya soal defisit fiskal yang melebar bisa membuat ruang fiskal semakin sempit. Hutang bertumpuk dan harus berhutang dahulu sebelum membayar bunga utang," ujar Huda.
Lihat Juga :